Berliterasi - Inspirasi dari Bersepeda
Selamat datang pembaca,
yang mampir dengan berbagai motif membaca. Yah sudah sewajarnya manusia di
dorong dengan berbagai motif atau niat, bermacam-macam memang. Kembali lagi
dengan saya sebagai manusia yang berusaha bermanfaat bagi lingkungan dan manusia
selainnya dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang saya miliki ini.
Sungguh bijak, namun
sebenarnya perlu konsistensi agar diri ini bisa mewujudkan segala cita-cita
yang diperjuangkan. Mudah-mudahan baik saya sebagai penulis dan anda sebagai
pembaca bisa terus survive dalam kehidupan yang penuh dinamika dan
tantangan ini.
Oke langsung saja, belakangan ini bersepeda menjadi trending dimasyarakat terutama masyarakat Indonesia. Dampak pandemi, masyarakat mulai sadar akan imunitas tubuh dan mencoba berbagai macam olahraga dan bersepeda menjadi pilihan tepat untuk berolahraga di tengah pandemi ini namun dengan catatan menjaga protokol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Sebelum pandemi, saya sendiri terkadang bersepeda dengan teman-teman didaerah Bandung objek tujuan bersepeda yang bagus itu di daerah Dago dengan tantangan jalan yang menanjak dan pemandangan yang memanjakan daerah Dago atas menjadi tujuan bagi para pesepeda.
Awal mula tak terasa
Lelah yang dirasakan saat jalan biasa dan datar, seperti sepeda santai,
terkadang jalan menurun yang sangat disukai pesepeda karena tidak perlu mengayunkan
pedal sepedanya. Namun semakin dekat dengan tujuan yaitu Dago atas, semakin
menanjak jalan yang dilalui, ayunan sepeda pun menjadi terasa berat padahal
gigi sepeda yang digunakan sudah paling ringan.
Beberapa pesepeda
yang tidak kuat akhirnya berhenti untuk beristirahat dan ada pula yang turun
kembali, ada pula yang masih berjuang dengan mendorong sepedanya, yang sudah
terbiasa mereka tetap mengayunkan sepedanya sampai ke tujuan. Saya sendiri meskipun
Lelah sudah terasa namun keinginan mencapai tujuan membuat saya tidak menyerah,
bahkan saya dan beberapa teman saya mendorong sepeda saat tidak kuat
mengayunkan pedal sepeda lagi.
Perjuangan tidak
sia-sia, saat tiba di tujuan sambil menikmati indahnya pemandangan Dago atas
ditambah hangatnya bandrek campur susu membuat badan relaks, sambil merenung
perjuangan mancapai tujuan tersebut ternyata bersepeda ini memiliki makna yang
bisa dihubungkan dengan kehidupan kita.
1.
Zona nyaman, saat kita bersepeda santai di jalan
yang datar bahkan menurun meskipun sama-sama berkeringat namun karena tidak
memiliki tujuan yang jelas nilai perjuangannya kurang, berbeda jika bersepeda
di jalan yang menanjak dan memiliki tujuan yang jelas, terasa bagaimana Lelah yang
didapat menjadi tantangan bagi pesepeda yang ingin menikmati pemandangan diatas
dengan jalur yang menanjak. Begitu pula dalam kehidupan, manusia di kelilingi
oleh pilihan-pilihan yang sudah Tuhan tentukan, mereka yang ingin
bersantai-santai dan hanya berdiam diri di zona nyamannya tidak akan menemukan
kesuksesan dan keindahan dalam tujuan hidup, berbeda dengan yang terus berjuang
dan keluar dari zona nyaman, mereka memilih jalan menanjak karena tau jika mencapai tujuan yang
akan memberikan kebahagiaan dari perjuangan yang dilalui.
2.
Pantang menyerah, mereka yang sudah tau tujuan yang
indah namun jalannya menanjak tidak semua bertahan dan terus maju, ada pula
yang menyerah dan memilih berputar balik dari jalan yang menanjak. Namun mereka
yang pantang menyerah akan mengerahkan segala tenaga yang dimiliki meskipun lelah
menghadang, segala upaya pun dilakukan sepeda di dorong pun tidak masalah
asalkan sampai ketujuan. Pun kita dalam kehidupan, banyak orang yang sudah tau
tujuan yang memberikan kebahagiaan maksimal, namun tidak banyak juga yang
bertahan dan memilih menyerah karena beratnya tekanan dan cobaan yang dihadapi
untuk meraih tujuan yang tinggi. Gambaran yang nyata, bagi mereka yang pantang
menyerah, mengerahkan segala tenaga dan kemampuannya untuk tujuan yang sudah
ditetapkan akan mendapatkan kebahagiaan dari tujuan yang sudah dicapai hasil
perjuangan yang sudah dilalui.
Maka, sudahkah kita memiliki
tujuan hidup? Cita-cita? Jika belum mari renungi agar hidup lebih bermakna,
terarah dan bergairah.
Bagi yang sudah, tetap survive
dalam jalan yang menanjak, ingat kembali tujuan setiap ingin menyerah, kebahagiaan
yang didapat akan terbayarkan jika kita terus bertahan dan maju sampai tujuan
tercapai~
Salam Berliterasi!



Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...