Apakah kamu mengira akan masuk surga?

 08 September 2018

Allah SWT berfirman:

"Apakah kamu mengira akan masuk Surga, padahal belum datang kepadamu ujian seperti orang-orang terdahulu sebelum kamu, mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan ditempa berbagai cobaan,sehingga rasul dan para pengikutnya berkata "kapankah pertolongan Allah akan datang?" sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat" (QS 2:214)

Sebuah ayat yang mengundang hikmah bagi orang-orang yang beriman dan memikirkan nasibnya diakhirat nanti.  Bagaimana tidak Allah SWT menyinggung dengan pertanyaan "apakah kamu mengira akan masuk surga?" kepada orang-orang yang lalai dan terlena dengan kebahagiaan dunia seolah-olah dirinya dijamin masuk kesurga. Dari ayat tersebut, Allah menyebutkan "orang-orang terdahulu sebelum kamu" memang seperti apa sih keadaan orang-orang jaman dahulu?

Kita ambil contoh kisah dari keluarga Yasir, mungkin kalian pernah mendengar kisahnya. Sedikit saya jelaskan kisah mereka jika kalian mau yang lebih konkrit bisa ditonton difilm OMAR atau difilm sejarah perjalanan hidup Nabi lainnya.

Keluarga Yasir 

Sumayyah binti Khayyath adalah seorang budak milik Abu Hudzaifah bin Mughirah, ia dinikahkan oleh tuannya dengan perantau Yaman kemudian menetap di Makkah, Yasir bin Amir. Dari pernikahannnya ini lahirlah Ammar bin Yasir. Keluarga yasir termasuk kedalam golongan rendah martabatnya dan miskin, bahkan sumayyah menjadi budak dari Abu Jahal.

Assabiqunal Awalun (Generasi pertama)

Ammar bin Yasir menjadi orang pertama yang masuk Islam dan belajar dengan Nabi Muhammad SAW, dia mengajak orang tuanya untuk masuk Islam dengan menunjukan surah Ad-Dhuha

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1. Demi waktu Dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),
2. Dan demi malam apabila telah sunyi.
3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad), dan tidak (pula) membencimu,
4. Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.
5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas.
6. Bukankah Dia mendapati dirimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
9. Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
10. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Ammar bin Yasir menyebutkan bahwa islam dan ajaran Nabi Muhammad SAW sangat memerhatikan  dan menghargai orang-orang yang rendah, miskin dan anak-anak yatim.
merasa tersadarkan dengan pernyataan anaknya, Sumayyah dan Yasir akhirnya masuk islam.

Ujian bagi keluarga Yasir

Mengetahui keluarga Yasir masuk islam, Abu Jahal selaku majikan mereka merasa geram dan marah. Diseretlah keluarga Yasir ketengah padang pasir yang sangat panas sekali untuk disiksa.


Mereka diikat oleh rantai dan dipecut setiap hari, Abu Jahal memaksa mereka untuk keluar dari agama Muhammad.
"Demi Latta, Uzza dan Manna keluarlah kalian dari agama Muhammad yang gila lagi tukang sihir itu atau akan aku siksa kalian sampai mati" Ucap Abu Jahal kepada keluarga Yasir sambil menyiksa mereka dengan pecut yang memiliki ujung duri-duri yang sangat tajam membuat kulit tersayat saat dipecutkan.
Dihadapan Ammar bin Yasir kedua orangtuanya Abu Jahal siksa agar Ammar merasa iba dan bisa keluar dari agama islam, tapi Sumayyah berkata "Janganlah engkau hiraukan kami wahai anakku, teguhkanlah keimananmu"
Abu Jahal semakin kesal dan menuduh Sumayyah mengikuti ajaran Nabi Muhammad karena ketanpanan saja 
"Wahai Sumayyah, akuilah bahwa dirimu mengikuti ajaran Muhammad karena ketanpanannya"

Seketika Sumayyah bereaksi dengan memberikan air ludahnya ke wajah Abu Jahal sambil berkata 
"Terkutuklah engkau, manusia jahat, kotor, dan mesum. Demi Allah, kumpulan kotoran kumbang lebih terhormat daripada dirimu"

Semakin marahlah Abu Jahal, dengan amarahnya yang sudah tak terbendung Abu Jahal membawa 
tombak yang tajam dan menusuk Sumayyah hingga mati.

"Ummah, Ummah..." Ammar bin Yasir berteriak sambil menangis, Sumayyah binti Khayyath wanita pertama yang mati syahid. Selang beberapa lama, Yasir ayahnya Ammar pun meninggal karena tak tahan dengan siksaan Abu Jahal. 
Yasir bin Amir berpesan kepada anaknya "Jangan menyerah anakku, ibumu adalah orang pertama mati syahid dalam islam, dan yang kedua adalah diriku, sampaikanlah pesanku kepada Rasulullah SAW"

Penutup

Dari kisah keluarga Yasir tadi, memberikan sebuah hikmah bagi kita semua perihal gambaran bagaimana memang perjuangan orang-orang terdahulu untuk mendapatkan surga?
Allah berkata "mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan berbagai cobaan" dan inilah buktinya, bahkan nyawapun menjadi pengorbanan mereka demi surga yang mereka impikan.
Maka diakhir tulisan ini penulis berpesan bagi pembaca pemuda-pemudi fillah untuk berintropeksi kedalam diri kita "sudah layakkah saya masuk surga?" berapa banyak amal yang sudah dikumpulkan? berapa banyak pengorbanan yang kita berikan baik harta, jiwa dan raga?

Karena sesungguhnya surga hanya untuk orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujian dan istiqomah atau konsisten dalam mengumpulkan amal baik untuk misi hidup mengabdi kepada Allah dengan mengelola bumi menjadi lebih baik.

#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan