Disabilitas penebar manfaat


Jika kita mendengar kata disabilitas mungkin yang terbayang adalah tidak sempurnanya fisik mereka sebagaimana orang lain. Namun tidak sedikit dari diatabilitas ini yang justru menjadi inspirasi bagi yang selainnya. Salah satunya adalah Beny, dia adalah penyandang disabilitas asal Semarang. Fisiknya mungkin tidak sempurna tapi kehadirannya bisa membantu sesama penyandang disabilitas. Beny mendirikan Yayasan Panca Mahanani di kecamatan Ambarawa, Semarang. Kegiatan yayasan tersebut adalah memberikan pelatihan gratis bagi para penyandang disabilitas. Pelatihannya ada 2 jenis yakni pelatihan menjahit dan pelatihan otomotif. Untuk pelatihan menjahit, pelaksanaannya dilakukan selama 3 bulan. Untuk pelatihan otomotif pelaksanannya dilakukan selama 6 bulan. Pemberdayaan disabilitas ini bukan hanya dari peserta, tapi dari instruktur pelatihannya ini juga beberapa ada yang penyandang disabilitas.

Beny dan istrinya memang punya keterampilan menjahit. Dari tahun 1999 Beny dan istrinya ini mencoba memberdayakan 3 orang penyandang disabilitas dan akhirnya ketiga orang tersebut menjadi penjahit handal. Akhirnya Beny dan istrinya terus mencoba memberdayakan penyandang disabilitas, pada tahun 2003 Beny membentuk yayasan secara resmi. Ternyata peserta pelatihan menjahit ini bukan hanya dari Semarang, tapi juga dari kota lain. Misalnya Teguh yang berasal dari Cilacap, dia berharap setelah mengikuti pelatihan menjahit ini bisa jadi bekal untuk kehidupannya dan bahkan bermanfaat untuk orang lain juga. Dalam video Net TV ini bisa terlihat hasil jahitan para peserta pelatihan ini sangat bagus. Kualitasnya tidak kalah dengan pabrik atau produsen besar yang penjahitnya mungkin orang non disabilitas.

Ternyata di tengah keterbatasan disabilitas ini ada manfaat yang bisa diberikan bagi orang banyak. Disabilitas bukan hanya sekedar beban sosial tapi justru bisa meringankan beban orang lain. Beny mungkin bisa saja memilih menyerah dengan keadaannya yang cacat, namun Beny tidak memilih opsi itu. Dia tetap berusaha keras agar bisa menghidupi dirinya sendiri, akhirnya dia bisa menjadi seorang PNS. Tapi kita lihat di sini, Beny tidak hanya memikirkan dirinya saja yang sukses. Beny ingin juga membuat sukses sesama penyandang disabilitas. Fisik boleh terbatas, tapi dia ada modal kemampuan menjahit dan juga seorang istri. Dengan modal-modal tersebut dia akhirnya menebar manfaat bagi orang banyak dengan membuka pelatihan ini. Tentu tidak mudah bagi Benny melakukan semua ini, tapi karena punya niat yang mulia maka semuanya terasa lebih mudah.

Kita yang mempunyai fisik lengkap seperti ini sudahkah bisa memberi kebermanfaatan bagi umat? Jika kita merasa tidak mampu, mempunyai banyak kekurangan, coba ingat lagi sosok Beny. Mungkin dia juga berfikir bahwa dia punya kekurangan, tapi juga dia punya kelebihan yang akhirnya bisa memberi kebermanfaatan bagi orang lain. Ketika kita berkontribusi bagi pembangunan juga jangan hanya fokus di kekurangan. Tidak usah berlarut-larut dalam ketidakberdayaan diri kita yang masih ada kekurangan. Masih banyak potensi yang kita miliki agar berguna bagi masyarakat.

Kita juga bisa belajar dari Beny bahwa kita hidup bukan untuk diri sendiri. Lebih dari itu, hidup kita adalah gimana caranya bisa untuk kemajuan masyarakat. Banyak orang saat ini yang karirnya tidak diarahkan untuk membangun masyarakat. Apa yang dilakukan Beny ini mungkin bisa disebut juga dengan peran sosial karena ingin memberi kemanfaatan bagi orang banyak. Dia tidak ingin sukses sendiri sebagai seorang disabilitas, dia ingin sesama disabilitas bisa memberdayakan diri mereka sendiri. Pun halnya dengan kita juga harus punya semangat untuk menebar manfaat, membangun keseimbangan dalam masyarakat. Jika Beny yang disabilitas saja semangatnya begitu, maka kita yang punya fisik sempurna jangan kalah semangat juga. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan