Hikmah dibalik psikopat

06 September 2018


Kawan seiman pemuda pemudi fillah, pernahkah anda membayangkan bagaimana siksa Neraka? Mungkin yang ada dibenak kalian ada api yang bergejolak dan orang orang yang disiksa, tapi pernahkah kita  menghayati dan mencoba membayangkan jika kita termasuk kedalam org-orang masuk neraka?
Jika kita ingin mencoba menghayati siksa neraka, coba kita dalami penyiksaan didunia dan membandingkannya, salah satu realitas tersadis didunia ini adalah prilaku psikopat dalam membunuh korbannya, tak kenal ampun dan kejam saat menyiksa, perlahan demi perlahan korban disiksa tak langsung mati. Bagaimana tidak psikopat yang memiliki kelainan kejiwaan ini seperti tidak memiliki rasa belas kasihan. Menggunakan pisau karat memotong anggota tubuh sang korban, jeritan dan tangisan seakan-akan sebuah kesenangan tersendiri bagi mereka, sungguh sadis dan membuat kita ngeri mendengarnya.
Memotong satu demi satu bagian tubuhnya, mengkuliti tubuh korban seperti halnya hewan Qurban yg baru disembelih tapi... tanpa disembelih di kuliti hidup-hidup sambil meronta-ronta kesakitan.
Tak puas dengan hal itu, sang psikopat beralih ke dua mata korban, membawa pisau karat tersebut dan menusukkannya dengan harapan matanya bisa keluar. Darah terus mengalir, jeritan terus berkumandang "arrrghh sakitttttt" karena terlalu bising, akhirnya sang psikopat memutuskan lidahnya sambil tersenyum senang☺
Dalam keadaan sekarat, sang psikopat pun kelelahan, akhirnya mereka pun tertidur dalam keadaan yang berbeda. Selesai sudah penyiksaan tersebut.



Bayangkan, hal tersebut dialami kita seumur hidup kita dan terus menerus. Itulah hukum di akhirat, yang Allah janjikan bagi orang-orang yang membangkang dan melampaui batas.


Saat kita merasa ngeri melihat atau mendengar cerita psikopat tadi cobalah untuk merenung dan membandingkan, psikopat dan hukum alam didunia sangatlah berbeda dengan diakhirat. Jika didunia meskipun disiksa habis habisan, ada batasan yang kita alami yaitu kematian tak selamanya kita merasakan penderitaan tersebut, selain itu pula didunia penyiksa sendiri ada keterbatasan fisik seperti kelelahan. Jauh berbeda dengan diakhirat dimana setiap manusia disiksa oleh malaikat, dengan jangka waktu yang tidak ada batasnya kita disiksa dengan siksaan yang bertubi-tubi. Malaikat disini memiliki sifat taat kepada Allah dan tidak memiliki perasaan, selain itu pula dineraka mereka berwajah seram, itu diabadikan oleh Allah didalam AQ.  Para readers sekalian, perlu kita rasionalkan dalam diri kita, tentang neraka ini sebagai tolak ukur prilaku kita, apakah sudah layakkah kita untuk tidak termasuk penghuni neraka? Coba renungkan baik baik, sudah berapa banyak amal kita. Selain itu pula penghayatan Neraka ini bisa menjadikan motivasi kita untuk terus berprilaku sesuai perintah Allah yaitu beribadah kepada Allah SWT menjalankan misi perbaikan masyarakat dan mengelola bumi dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga saat ada tantangan disuatu ketika yang membuat kita menderita, kita bisa langsung mengingat penderitaan ini tidak akan terus ada, jika hari ini saya mendapat penderitaan didunia sudah tidak kuat bagaimana saya mampu menahan siksa neraka yang begitu dahsyatnya. Itulah tujuan Allah SWT memberikan informasi kepada manusia tentang siksa neraka, agar setiap prilaku yang dilakukan manusia akan termotivasi untuk menjauhi larangan Allah SWT karena takut akan siksa neraka nya, cobalah untuk melakukan refleksi neraka setiap hari selain refleksi kematian dan hari kiamat, supaya jadi reflek bagi kita saat melakukan kedosaan langsung ingat dengan siksa neraka dan mengurungkan niat melakukan kedosaan.

Semoga kita dijauhkan dari siksa api neraka dan terus diberikan ketaqwaan  dalam berprilaku supaya lebih hati-hati dan tidak terjerumus kedalam lubang kerusakan juga kedosaan. Aamiin....🙏
#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan