Ke surga, enggak bisa semaunya


Surga menjadi tujuan akhir bagi setiap manusia yang menginginkan kebahagiaan yang maksimal. Harus kita sadari terutama untuk merubah prilaku kita, namun realitasnya memang semua umat islam pasti mengetahui bahwa surga adalah tempat yang sangat indah dan memberikan kebahagiaan tiada tara.

Akan tetapi dalam pengamatan penulis masih berbeda-beda dalam mencapainya, ada yang tidak merencanakan sama sekali, ada yang merencanakan namun tidak didasari ilmu.
Seperti misalnya
1. Ambil lah contoh orang yang tidak merencanakan dalam mencapai surga, penulis pernah menemukan teman yang berpandangan “santai saja nikmati hidup didunia, setiap orang islam mah bakal masuk surga kok” mereka berpandangan bahwa semua orang islam pasti akan masuk surga, penulis amati mereka yang tidak merencanakan didasari kurangnya ilmu dan ingin praktis saja hidupnya, tidak mau berjuang untuk menggapai surga, akhirnya surga yang mereka katakan hanya omong kosong belaka, sedangkan prilaku mereka mengejar kebahagiaan dunia, yang mereka kerjakan hanya shalat, puasa dan ibadah ritual lainnya itupun mengerjakannya tidak didasari ilmu akhirnya asal-asalan dan jadinya seperti gugur kewajiban saja, shalat sambil tapi masih melakukan maksiat atau puasa wajib pun malah masuk ke warteg yahh ini sering kita temukan disekitar lingkungan kita.


2.ada pula yang merencanakan namun tidak berdasarkan ilmu, mereka tidak memperdalam lagi ilmunya, hanya sekedar doktrin, penulis pernah menemukan realitas teman teman di sekitar penulis, pernah berdiskusi tentang jalan menuju syurga, ada yang bilang “ke syurga itu gampang, saya pernah dengar hadits dengan berbakti kepada orang tua terutama ibu nantinya akan masuk syurga karena  syurga ditelapak kaki ibu” jadi teman penulis tersebut beranggapan dengan mengikuti atau taat kpada orang tua bisa mengantarkan ke syurga, akhirnya teman penulis tersebut yang dulunya rohis dan aktif karena dilarang oleh orang tuanya untuk tidak aktif lagi di rohis dan mengkaji agama islam dia lebih memilih taat kepada orang tuanya meskipun harus mengorbankan rohis dan memperdalam ilmu agama. Selain itu pula banyak contoh selainnya, yang mengerjakan hal tersebut tanpa mencari tau ilmunya jatuhnya cuman ikut-ikutan saja atau memilih-milih jalan kesurga yang gampang.
Kawan-kawanku seiman, padahal kalau kita rasional kan diri kita, syurga itu bukan tempat sembarang orang, hanya orang-orang yang terpilih lah yang masuk syurga. Tanpa ilmu dan perencanaan yang professional, syurga bisa jadi hanyalah impian belaka. Kita dalam mencapai syurga perlu adanya perencanaan yang professional. Kita harus tau dasar-dasar dari islam seperti:
1. Orientasi dari isi Al-Quran
2. Perjuangan hidup Nabi dan Rasul itu arahnya kemana;
3. Dan misi penciptaan manusia, dari situ nantinya kita akan mendapatkan kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan

Akhirnya jangan sampai asal-asalan dalam mencapai syurga, perlu ada pendasarannya sesuai dengan perintah Allah, karena yang kita tuju itu syurganya Allah, Bukan Syurga keluarga kamu, kakek kamu, atau nenek moyang kamu, jadi gabisa gimana kamu, tapi harus sesuai dengan yang Allah perintahkan didalam wahyu Al-Quran.

#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan