Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar



Dizaman industrialis seperti sekarang ini, banyak orang yang menjadikan materi sebagai patokan kesuksesannya. mereka berpendapat bahwa banyak uang, bergelimang harta, memiliki rumah yang besar ,kendaraan yg mewah, jabatan yg tinggi sebagai standart kebahagiaan mereka. baik itu menurut orang-orang yang secara ekonomi mapan,maupun orang-orang yang secara ekonomi itu kurang . mereka senantiasa mengejar itu. segala upaya mereka lakukan untuk bisa mendapatkannya. yang dengan sadar menggiring mereka untuk menjadikan materi sebagai cita-citanya.
Yang jadi pertanyaannya adalah apakah benar “materi-materi” tersebut dapat memberikan kebahagian yang maksimal?kebahagian tertinggi yang layak untuk di perjuangkan?apakah “materi-materi” tersebut layak untuk di cita-citakan?

Sahabat youngsterfillah tau Merry Riana? pernah nonton film nya yang di perankan oleh Chelsea Islan? atau mungkin baca bukunya?
Bagi teman-teman yang pernah menonton filmnya, yang tayang tahun 2014-an , yang judulnya itu “Merry Riana : Mimpi sejuta Dolar” , atau mungkin baca bukunya “Mimpi Sejuta Dolar” atau “A Gift From a Friend” (pengalaman dan latar belakang Merry Riana hidup di singapura)  yang di terbitkan tahun 2006-an mungkin sosok ini tak asing bagi sahabat.

Dia adalah Merry Riana seorang perempuan suku tionghoa yang lahir (tahun 1980an) dan besar di Indonesia , yang sekarang menjadi seorang pengusaha , direktur , memiliki perusahaan bernama MRO (Merry Riana Organization) dan MRO Consultancy –perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan , pelatihan bisnis , motivasi , pemberdayaan perempuan dan anak muda & percetakan buku yang berbasis di singapura-  dan juga seorang motivator (yang aktif mengisi seminar di perusahaan , sekolah dan media massa).
Dia adalah lulusan NTU (Nanyang technological University) Singapura,jurusan Elektro.

Yang di beritakan oleh “the Straits Times” –koran bahasa inggris yg berbasis di singapura-  sebagai inspirasi muda karena mampu menghasilkan 1 juta dolar Singapura di usia yang sangat muda (usia 26 tahun ketika dia mendapatkan 1 juta dolar dan penghargaan inspirasi muda itu) .  Lulus sma tahun 1998 , lulus kuliah 2002 , dan mencapai mimpi nya itu 2006

4 tahun setelah lulus kuliah dia sudah bisa mencapai mimpi nya mendapatkan 1 juta dolar (1 dollar Singapura = Rp. 9800 / tahun 2017 – karena nyari yang tahun nya spesifik itu ternyata agak susah datanya , sehingga kursnya pake yang tahun sekarang , dengan pertimbangan kenaikannya pun tidak terlalu besar) . maka 1 juta dolar itu = 1.000.000 x 9800 = 9.800.000.000 = 9,8 M .
Sebelum sukses seperti sekarang ini (dengan standart sukses mereka adalah materi) , Merry Riana pernah mengalami jatuh bangunnya kehidupan demi mengejar cita-citanya .

Di mulai saat dia lulus SMA , tahun 1998 , di mana kondisi sosial politik di indonesia itu sedang kacau balau. Indonesia sedang krisis saat itu (baik ekonomi , sosial maupun politik) , ada kerusuhan di trisakti waktu itu , kemudian di susul dengan kejadian orang-orang cina yang di intimidasi , bahkan ada penjarahan terhadap barang / toko-toko orang non pribumi . yang pada akhirnya membuat keluarga Merry Riana itu harus pindah dari yang awalnya tinggal di Jakarta , sementara harus meninggalkan jakarta

Ada kondisi ekonomi keluarga Merry Riana yang juga semakin hari semakin memburuk diperparah oleh kondisi sosial politik di Indonesia yg saat itu belum kondusif. Karena kondisi yang tidak kondusif seperti itu , maka ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke Singapura , dengan harapan bisa bertemu dengan pamannya yang ada di sana dan bisa hidup dengan kondusif di sana . terlebih ada pertimbangan logis yang lain adalah jaraknya relatif dekat dengan Indonesia , lingkungannya aman dan sistem pendidikannya yang bagus serta Merry Riana adalah anak pertama/tertua dari 3 bersaudara , yang harus menjadi panutan di keluarga, yang di harapkan bisa sukses ketika dia itu tinggal di lingkungan kondusif seperti Singapura.
Namun ternyata ketika pergi ke Singapura dan mencari rumah pamannya , pamannya sudah tidak lagi tinggal di tempat itu, karena usaha dia bangkrut dan sekarang sudah tidak tau lagi tinggal di mana. Kondisi ini yang semakin membuat dia terlunta-lunta di negeri orang , membuat ekonominya semakin lama semakin terpuruk , membuat mentalnya saat itu jatuh sejatuh-jatuhnya , apalagi ini di negri orang bukan di negri sendiri. Yang akhirnya membuat satu pemikiran dan juga semangat untuk bisa bertahan hidup , berjuang dan bisa sukses di dalam hidup ini .
Namun alhamdulilahnya waktu itu ada temannya di Singapura yang membantu untuk bisa bangkit menghadapi kesulitan-kesulitan ini (yaitu Iren dan Alva)
Kita bisa melihat , bahwa  kondisi internal diri Merry riana yang itu posisinya anak tertua (secara psikologis harus jadi panutan adik2nya dalam hal kesuksesan) , pengalaman hidupnya , serta tekad untuk suksesnya dan juga di hadapkan pada kondisi eksternal dirinya yang itu ada di lingkungan sosial indonesia yang tidak kondusif , sedang krisis (baik itu ekonomi , sosial dan politik) , kondisi keluarga yang terpuruk secara ekonomi dan juga pamannya yang entah di mana sekarang, yang tidak bisa lagi di jadikan tumpuan dalam hidupnya,sampai akhirnya dia harus berjuang sendiri untuk menjadi sukses . yang dari kondisi internal dan eksternal inilah , yang menjadi FAKTOR PENDORONG Merry Riana untuk mencita-citakan cita-citanya.
Dari kondisi tersebut , Marry Riana akhirnya mulai membangun mimpinya dia bercita-cita ingin menjadi orang yang sukses .

Saat ulang tahun ke 20 , dia menetapkan ‘cita-cita’nya ... “saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30  dengan kata lain , saya harus jadi orang sukses , the lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut”.
Ketika sudah di tetapkan cita-cita tersebut , di mulailah perjuangan yang sesungguhnya...

Tak ada latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis yang memadai , dia akhirnya berjuang mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri di dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Dia pun bekerja sambil kuliah .
Merry Riana kuliah tanpa persiapan dana yang memadai (karena kondisi orang tuanya yang sedang kesulitan secara ekonomi) , akhirnya ia pinjam ke bank pemerintah singapura sebesar 40.000 dolar (40.000 x 9800 = Rp. 392 juta) untuk biaya hidup dan kuliah selama 4 tahun , yang harus di lunasi setelah lulus dan bekerja . Dana tersebut sangat minim , karena ternyata dia hanya mengantungi 10 dolar selama seminggu  ( 10 x 9800 = 98.000 / 7 hari = 14 ribu / hari) dengan biaya hidup di Singapura normalnya (seperti di sampaikan di berkuliah.com) itu untuk biaya hidup normal di Singapura harus megeluarkan dana sebesar 750-2000 dolar per bulannya , maka perminggu nya adalah 187,5 – 500 dolar atau 26.7 – 71.4 dollar perharinya = 261 ribu – 699 ribu / harinya , sangat jauh dengan jatah hidup yang Merry Riana miliki.
Dari kondisi tersebut , Merry Riana berfikir keras  untuk bisa mengatur keuangan sebaik mungkin , dia mensiasati dengan makan mie instan di pagi hari , makan siang dengan 2 lembar roti keras tanpa selai di saat teman-teman yang selainnya makan enak di kantin dan malam hari dia ikut seminar/perkumpulan demi makan gratis –selain demi mendapatkan ilmu bisnis tentunya- .
Bahkan untuk minumpun dia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya.
Selain kuliah , dia pernah bekerja sebagai orang yang membagikan pamflet/brosur , menjadi pelayan banquet –penjamu / door girl-  di hotel , bekerja menjadi sales asuransi dan sebagainya . Ia bekerja 14 jam sehari (rata2 dari kita paling bekerja 8 jam perhari) . bahkan ia bekerja tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari  , dia pun mencoba bisnis di pembuatan skripsi , bisnis MLM , bisnis saham dan semua berakhir di kegagalan , bahkan pernah kehilangan 10.000 dolar ketika memutar uang nya di bisnis saham kondisi mentalnya sempat jatuh dan terpuruk namun itu semua ia lakukan demi mengejar mimpinya , yaitu sukses di usia muda.
Jatuh bangunnya kehidupan tersebut yang membuat dia semakit kuat , sampai akhirnya dia bangkit lagi , memahami seluk beluk tentang kondisi pasar , dan akhirnya dia terjun ke industri perencanaan keuangan (asuransi), dia jadi penasihat keuangan . namun dia berjuang mulai dari nol lagi , dia belajar lagi tentang pemasaran , dia melatih dirinya untuk jadi pemasar yang baik , dari mulai menjadi sales yang door to door mencari setiap orang yang dia target untuk di tawarkan jasa nya, menelpon teman-teman terdekatnya , berdiri di dekat stasiun MRT dan halte bus untuk menawarkan asuransi , mencari peluang dalam setiap interaksi , sampai akhirnya dia mampu mewujudkan apa yang sudah di mimpikan itu . dan akhirnya dia sukses di usia muda , di usia 26 tahun.
Salah satu kata motivasinya : “hidup mungkin penuh dengan masalah , tapi selama kamu memberikan yang terbaik dan terus berdoa , segalanya akan indah pada waktunya”

Sahabat youngsterfillah , ketika Merry Riana sudah menetapkan cita-citanya , kita bisa melihat bahwa cita-cita bergitu berperan penting di dalam kehidupannya , cita-cita mampu membuat dia itu bangkit sekalipun sudah gagal , dia tidak patah arang ketika menghadapi kesulitan . kita bisa melihat bahwa kepribadian dia itu jadi orang yang kerja keras , jadi pembelajar , bahkan dia siap untuk memulai dari nol untuk mewujudkan cita-citanya , bahwa ketika kondisi keuangan yang begitu minim , dia berfikir keras untuk bisa memecahkan masalahnya , intelegensinya mejadi kreatif bahkan dia tak malu ketika harus melakukan hal yang itu berbeda dengan teman-temannya , fisiknya yang normal itu bekerja hanya 8 jam , dia bisa sampai 14 jam , fisiknya menjadi kuat. Inilah pentingnya memiliki cita-cita, mendorong semua potensi dalam diri untuk mewujudkan cita-cita yang sudah dia tetapkan.

Salam sahabat youngsterfillah.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan