Modal kedewasaan : Berpikir kritis upaya menghindari Hoax
Beberapa waktu yang lalu Bandung mengalami cuaca yang lebih dingin dari biasanya. Kerasa kan ya sama temen-temen juga? Saya kira cuma saya saja yang mengalami, khawatirnya saya yang sakit. Ternyata orang-orang di rumah juga mengalami kedinginan yang extrim juga. Bukan cuma itu ternyata teman-teman selainnya juga mengalami hal serupa. Ternyata memang di berita dikabarkan suhu di Bandung sampai mengalami suhu 16°C, tentu sangat dingin dari biasanya. Ternyata yang mengalami cuaca lebih dingin bukan hanya Bandung, bahkan di dataran tinggi dieng sempat ada video yang menunjukan embun di dedaunan sampai membeku. Wow, seperti di kutub utara saja ya.
Apa gerangan yang menyebabkan ini semua? Banyak masyarakat yang bertanya-tanya kenapa ya bisa begini. Di tengah-tengah kebingungan itu ternyata munculah pencerahan dari broadcast WA. Broadcast tersebut menjelaskan sebab cuaca akhir-akhir ini jadi dingin, dalam isi broadcast tersebut penyebabnya adalah Aphelion. Apa itu Aphelion? Aphelion adalah posisi orbit bumi yang terjauh dari matahari. Tau kan kalau orbit bumi ke matahari itu bentuknya tidak bulat 360°, tapi lonjong. Nah Aphelion itu posisi bumi yang berada pada orbit lonjongan terjauh. Memang bumi sendiri mengalami posisi Aphelion pada tanggal 6 Juli. Akhirnya ada yang menilai karena bumi lebih jauh dari matahari wajar jadi lebih dingin. Mungkin banyak masyarakat yang mengumpamakan seperti planet Pluto yang dingin karena jauh dari matahari.
Ternyata isi dari broadcast itu keliru. Hal ini disampaikan langsung oleh ahli, yakni Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaludin. Menurut beliau pengaruh Aphelion sangat kecil terhadap penurunan suhu bumi. Berikut pernyataan beliau di laman Facebook pribadinya: "Banyak yang bertanya mengapa saat ini suhu semakin dingin di beberapa kota di Jawa? Apakah ada hubungannya dengan aphelion pada setiap Juli? Suhu udara dipengaruhi distribusi panas di bumi akibat perubahan posisi tahunan matahari. Saat ini matahari berada di belahan utara sehingga belahan selatan mengalami musim dingin. Tekanan udara sebelah selatan juga lebih tinggi dibanding dengan sebelah utara. Hal itu menyebabkan angin bertiup dari selatan ke utara. Angin ini yang mendorong awan ke utara sehingga Indonesia mengalami musim kemarau. Pada saat kemarau angin bertiup dari Australia yang mengalami musim dingin. Itu sebabnya masyarakat di Jawa mengalami udara yang lebih dingin. Suhu dingin yang terjadi tidak ada hubungannya dengan aphelion karena jarak bumi ke matahari tidak berpengaruh secara signifikan ke suhu permukaan bumi."
Nah ternyata sudah dijelaskan yang lebih ahli nihhh, bahwa penyebab dinginnya Bandung bukan aphelion. Siapa kemarin yang sempat percaya kalau itu disebabkan aphelion? Terkadang kita memang menyimpulkan sesuatu itu terlalu cepat tanpa ada pengujian. Kita tidak mengecek dulu sumbernya ini dari siapa, apakah orang yang kompeten atau bukan. Kita cuma lihat ohhhh ada penjelasan yang memang sekilas logis tentang cuaca sekarang, maka dianggap penjelasan itu benar adanya. Padahal belum tentu juga kan? Jangankan yang ada penjelasan logis, penjelasan yang tidak logis saja kita langsung percaya begitu saja. Maka dari itu dalam menerima informasi kita harus bisa kritis apakah isinya benar, apakah sumbernya bisa dipercaya, apakah kebenarannya sudah teruji atau belum. Karena jika menelan informasi yang keliru maka bisa jadi berbahaya bagi kita. Mungkin lain waktu kita bisa diskusi bagaimana dampak jika kita menelan informasi yang keliru atau hoax
.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...