Modal kedewasaan : Berpikir Objektif
Sahabat youngsterfillah, bertemu kembali dengan saya yang tak ada
habisnya menulis untuk memberikan motivasi dari permasalahan yang terus ada
pastinya datang kepada manusia, bukan hanya motivasi juga solusi yang
mudah-mudahan bisa memecahkan masalah yang ada didalam kehidupan ini. Kali ini
saya mau coba membahas hal yang menjadikan diri kita dewasa.
Seperti yang kita ketahui dewasa tidak dilihat dari
umur, tapi dari prilaku dan pola pikir. Karena penulis banyak menemukan
ternyata masih ada orang yang sudah berumur 20 keatas masih saja bertingkah
tidak dewasa, disisi lain yang umur 20 kebawah bisa jadi bersikap dewasa. Akhirnya
muncul rumusan masalah, modal penting kita bisa disebut dewasa itu pada saat
seperti apa sih? Rumusan masalah ini jika kita jawab bisa menambah ilmu bagi
kita dan juga penerapan dalam kehidupan kita agar lebih dewasa kedepannya.
Modal penting pertama untuk bersikap dewasa yaitu
berpikir objektif. Memang apa sih berpikir objektif itu?
Menurut KBBI objektif ialah sikap yang didasari
tanpa adanya pendapat pribadi maupun orang lain, akhirnya murni dari fakta dan
data benar atau salah. Biasanya kita sering mendengar kata ini saat ada ajang
kompetisi misal menyanyi, juri harus bersikap objektif dalam menilai para
kontestan agar penilaiannya adil sesuai dengan standart yang sudah ditentukan.
Sikap ini berlaku juga dalam kehidupan, lawannya
objektif ialah subjektif yaitu sikap yang didasari dari pendapat pribadi maupun
orang lain berdasarkan fakta dan data yang ada. Dalam memecahkan masalah
seorang yang berpikir objektif dapat memecahkan masalahnya dengan tepat karena
menilai dari data dan fakta benar atau salah, dia tertuntut untuk menganalis
data dan fakta sampai muncul kesimpulan inti dari masalah yang dia hadapi baru
dipecahkan dengan solusi.
Dalam contoh lain, akan memudahkan kita dalam
belajar dan bergaul, tidak mudah terbawa oleh lingkungan yang buruk, karena dia
melihat sisi benar dan salah bukan dari pendapat diri sendiri maupun orang
lain. Misal dalam bergaul, akan melihat pergaulan secara integral, baik atau
buruk dampaknya akan mempengaruhi benar dan juga salah dalam bergaul. Dia akan
menilai bergaul secara intens dengan teman yang bebas mabuk, sering tawuran dan
mencuri tidak baik bagi dirinya dan salah dalam data dan fakta. Banyak contoh
positif lain dari berpikir objektif, ini modal pertama dalam sikap dewasa yang
perlu kita tanamkan bersama-sama. Lalu apakah yang kedua? Tunggu postingan
selanjutnya ya...
#ODOP_6
#komunitasonedayonepost

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...