Pemuda Rasional

15 September 2018
QS 59:18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sahabat youngsterfillah. Fenomena remaja zaman sekarang seolah-olah semakin merosot. Banyak sekali remaja yang menyia-nyiakan masa mudanya untuk bersenang-senang (Hedonisme) sehingga mengancam masa depan mereka, penulis banyak menemukan fenomena tersebut dimulai dari menghabiskan waktu untuk bermain games, pacaran, nongkrong tidak jelas yang efeknya masa muda mereka dihabiskan untuk kebahagiaan duniawi bahkan sampai menghancurkan potensi mereka dimasa yang akan datang.

Ini menjadi sebuah rumusan masalah, kenapa remaja jaman sekarang begitu banyaknya yang hedon atau mengejar kebahagiaan dunia? apa yang mengakibatkan remaja seperti itu?

Tidak bisa dipungkiri memang, efek dari globalisasi juga modernisasi mengakibatkan masuknya pemikiran liberal pada diri remaja saat ini, terlebih lagi zaman sekarang mudah sekali mengakses berbagai macam informasi dari yang positif hingga yang negatif. Namun kita tidak bisa menyalahkan modernisasi karena jika digunakan dengan benar modernisasi dapat berdampak positif, penulis beranggapan dari internal remaja sendiri memang tidak dibiasakan berpikir rasional, dimana memikirkan berbagai hal dengan landasan benar salah. Ada kebiasaan remaja yang berpikir enak atau ga enak dalam setiap prilakunya, ini yang penulis amati kenapa memang remaja jaman sekarang  banyak sekali yang hedon khususnya yang penulis amati saat didalam dan diluar sekolah.

Dari pengamatan, penulis menyoroti sangat dari pola pikir remaja jaman sekarang, yang terbiasa berpikir enak dan gaenak atau cenderung emosional dalam pilihannya. Penulis beranggapan Rasional memang menjadi solusi, dari pengertiannya sendiri rasional ini memikirkan dengan akal sehat manusia tentang suatu hal apakah benar atau salah. Sudah seharusnya kita dibiasakan untuk berpikir rasional, supaya bisa mengetahui arti kehidupan yang sebenarnya agar hidup lebih terarah tidak salah kaprah.

Kawan-kawan youngsterfillah, dari tulisan penulis ini mengajak kawan-kawan remaja jaman sekarang untuk menjadi remaja yang rasional, menjadikan diri kita pemuda rasional, Allah SWT berfirman dalam surat 59:18  untuk memikirkan hari esok (akhirat), dan Allah memperingatkan kita bahwa setiap yang kita kerjakan Allah mengetahuinya. Dari surat tersebut penulis beranggapan bahwa Allah menyuruh kita berpikir rasional dalam setiap prilaku, pikirkan perbuatan hari ini, apakah sudah kita berproses dalam menjalani perintah Allah SWT ? sejauh mana memang berprosesnya? Atau mungkin kita malah sibuk dengan keduniawian tanpa memikirkan hari esok akhirat…
Maka mari sama-sama menjadi pemuda rasional agar selamat dunia dan akhirat.

#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Komentar

  1. Tapi juga harus seimbang kak dunia + akhirat😊

    BalasHapus
  2. Perlu pemahaman yang benar tentang duniawi dan ukhrowi

    BalasHapus
  3. hhe iya teteh-teteh, bener banget kita harus seimbang antara duniawi dan ukhrowi, dunia juga akhirat. mungkin sedikit contoh maksud dari memilih dengan emosional bukan rasionak.
    remaja atau mungkin selain remaja ya, dalam memilih kegiatan saja misalnya, ada 2 kegiatan dengan waktu yang bersamaan misal Bermain dengan teman-teman meet kumpul di maal dengan kajian agama islam, kalau pake perasaan atau emosional enak ga enak pasti milihnya main sama temen temen kan asyik saat itu juga dibanding kajian agama islam yang terkadang bikin ngantuk, bosenin.
    tapi kalau rasional, pasti mikirnya kedepan, dia pasti mikir kalau main seberapa manfaatnya buat saya dibanding dengan kajian, kajian manfaatnya sampai ukhrowi sedangkan main paling cuman hari itu aja bahagianya setelahnnya biasa aja.

    jadi penjelasan surah al-hasyr ayat 18 itu mengarah kesana teteh-teteh, supaya manusia bisa memilih kegiatan yang bermanfaat buat dirinya, bukan berarti gaboleh main sama temen temen ya, boleh. Tpi saat keegiatannya berbentrokan mana yang akan dipilih? tergantung dari pola pikirnya masih emosional atau rasional dalam memilihnya.

    itu tambahan contohnya mungkin teteh-teteh, bukan maksud menggurui ya cuman sharing aja, kalau mau ngasih masukan dan sharing juga boleh kok, biar nambah ilmunya kan lumayan..hhe

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan