Renungan distopan lampu merah
07 September 2018
73 Tahun Indonesia merdeka, diatas perjuangan pahlawan - pahlawan bangsa yang saat itu mengorbankan jiwa dan raganya demi masa depan bangsa yang cerah. Mengusir para penjajah dengan gagah beraninya, tak kenal lelah karena semangat yang terus mendorong mereka untuk berjuang dari lubang penjajahan.
73 Tahun silam sudah terlewati, Indonesia telah menjadi negara merdeka, masih ingat didalam kepalaku tentang pelajaran sejarah pahlawan yang terus menjadi motivasi berkontribusi untuk masyarakat.
Suatu hari, aku berangkat ke Padalarang dari Bandung. Jauh juga ya, memang karena itulah perjalanan menuju tempat kerja ku, butuh waktu 1-2 jam untuk sampai tujuan menggunakan motor, saat itu bertepatan dengan hari kemerdekaan indonesia, yang seharusnya hari itu libur nasional tapi aku harus masuk kerja lembur.
"Orang lain libur ini masuk kerja, orang lain ikut lomba 17an sedangkan aku harus berlomba dengan waktu masuk kerja" keluhku didalam hati.
Hari itu perasaanku berat sekali menerima kenyataan, rasanya tidak adil dengan keadaan yang aku alami.
Dengan hati yang berat, aku bersiap untuk berangkat kerja menggunakan kuda besiku yang sederhana. Lelah dan kantuk menghantuiku didalam perjalanan. Sambil melantunkan ayat Al-Quran yang aku hafal diperjalanan agar rasa ngantuk ku ini hilang.
Perjalanan yang jauh ini melewati banyak stopan lampu merah, sambil menunggu lampu hijau aku memerhatikan sekeliling jalan yang padat merayap dengan kendaraan dan orang-orang.
Tiba-tiba, aku melihat seorang anak kecil.
"A dibeli tissuenya a....murah ko..."
Dari jauh aku melihat, ternyata anak kecil yang masih menggunakan baju seragam sekolahnya sedang menawarkan tissue ke pengendara motor maupun mobil.
Seketika perasaanku yang berat sekali menerima kenyataan harus masuk kerja dihari libur serasa ditampar berkali-kali.
Inginku mendatangi anak kecil itu dan membeli semua tissuenya namun lampu hijau membuatku terpaksa jalan.
Sambil menangis aku merenung.
"Tuhan, betapa beruntungnya aku masih bisa hidup dan bekerja dengan layak"
Selain itu aku jadi teringat momen hari ini yaitu kemerdekaan Indonesia, melihat anak kecil tadi aku merasa beberapa orang masih belum merasakan kemerdekaan karena keadaan.
"Tuhan, bantu aku untuk bisa menjadi orang sukses dan menjadikan bangsa ini maju" dalam hatiku berbicara, perasaan yang berat tadi pun berubah menjadi semangat motivasi bekerja.
Karena hakikatnya kemerdekaan itu bukan hanya kita nikmati hingga lupa jasa para pahlawan, tapi kita perjuangkan hingga kemerdekaan itu dapat dirasakan setiap orang didalam negeri ini
#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Bukan 73 ya 😜
BalasHapusYaallah typo...makasih udh diingatkan
BalasHapus