Sahabat untuk selamanya.

14 September 2018

Assalamualaikum Youngsterfillah...

Pada umumnya remaja atau pemuda-pemudi akan berkelompok dan mencari-cari sahabat. Pilah pilih teman adalah hal yang wajar dan sering terjadi pada dunia remaja. Ada yang memilih berdasarkan kesamaan hobi misalkan sama-sama suka sepakbola, suka main games, suka anime dan lain sebagainya. Ada juga yang memilih berdasarkan kesamaan kepribadian, sama-sama pendiam, sama-sama banyak bicara, sama-sama pintar dan lain sebagainya. Pengaruh persahabatan ini akan mempengaruhi kepribadian dan preferensi kita. Beberapa yang penulis amati, dalam pemilihan organisasi seperti ekskul jika di sekolah saja dipengaruhi oleh sahabatnya. Bahkan ada yang mengarah pada pergaulan yang buruk karena sahabatnya. Sehingga disini persahabatan bisa mengarahkan seseorang ke jalan kebaikan, bisa juga ke jalan yang buruk.

Sejarah islam pernah mengabadikan, beberapa contoh persahabatan yang menginspirasi. Seperti Nabi Muhammad dan Abu Bakar. Bagaimana kepercayaan Abu Bakar terhadap Nabi Muhammad sangat tinggi sehingga membuat dia mudah menerima kebenaran bahwa sahabatnya adalah seorang Rasul. Begitu juga Nabi Muhammad SAW terhadap Abu Bakar sangat menyayangi hingga mempercayakan sahabatnya itu sebagai rekan hijrah bersama. Salah satu persahabatan yang bisa kita ambil hikmahnya juga selain Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar adalah Nabi Musa dan Nabi Harun. Keduanya sudah dipersaudarakan sejak kecil meskipun sama-sama anak angkat dari Firaun. Dalam Al-Quran istilah Musa dan Harun disebutkan lebih dari 10 kali secara beriringan dalam 1 ayat. Seolah keduanya tidak terpisahkan.

Dalam sejarah, disebutkan Musa terlebih dahulu menerima wahyu dari atas gunung berapi. Kemudian dia meminta Allah SWT untuk mengangkat Harun juga karena kecakapannya dalam berkomunikasi. Selain itu Musa juga melihat pada diri Harun, orang yang bisa dipercaya. Sehingga dalam Al-Quran juga disebutkan bahwa Harun adalah pembantu atau wazir dari Musa. Dan dalam proses berdakwah, tidak sekalipun Harun meninggalkan atau mengingkari Musa. Dia selalu patuh dan mengikuti perintah dari saudaranya itu.

Ketika Allah memerintahkan untuk mereka berdua untuk menyeru kepada Firaun, keduanya langsung berangkat untuk berbicara kepada Firaun. Kisah perdebatan keduanya bisa dibaca dalam surat Al A’raaf dan Al Qashaash. Tidak hanya Musa, tetapi Harun pun juga ikut membantah Firaun. Salah satu keunggulan Harun adalah pandai retorika atau halus dalam berkata2. Sehingga mudah meyakinkan seseorang dengan kemampuan persuasinya. Hal ini tidak dimiliki Musa yang temperamental dan kasar. Sehingga terlihat Harun mampu melengkapi kelemahan saudaranya itu.

Bahkan ketika keduanya diusir dari Mesir hingga dikejar-kejar karena dianggap pemberontak, Harun tetap mengikuti saudaranya itu kemanapun dia pergi. Meskipun nyawa taruhannya karena di belakang mereka ada pasukan Mesir yang siap membunuh mereka. Setelah mereka melewati Laut Merah, keduanya juga masih harus berhadapan dengan Bani Israil yang bandel dan susah diatur. Meskipun demikian, Harun tetap menjalankan tugasnya sebagai sahabat dan saudara yakni menemani dan ikut berusaha meyakinkan Bani Israil agar fokus pada jalan kebenaran. Misalnya ketika Bani Israil diperintahkan menyerbu tentara Yerussalem, dari semuanya yang mematuhi perintah Allah hanya Musa dan Harun saja. Selainnya membangkang dan tidak mau menyerbu tentara Yerussalem.

Harun juga merupakan sosok orang yang amanah terhadap perintah yang diberikan oleh saudara atau sahabatnya itu. Misalkan ketika dia diberi amanah untuk menjaga Bani Israil selama 40 hari karena ditinggal Musa pergi ke Bukit Sinai untuk menerima wahyu. Meskipun pada akhirnya Bani Israil banyak yang ingkar dan menyembah lembu Samiri, tetapi Harun sudah berusaha sekuat tenaga meyakinkan umatnya. Musa sempat marah melihat kejadian itu dan menyalahkan Harun, tetapi Harun meyakinkan bahwa dirinya sudah berusaha maksimal untuk mengajak Bani Israil ke jalan yang benar.

Dari Musa dan Harun kita bisa belajar beberapa hal.

Pertama bahwa namanya persahabatan harusnya dilandaskan atas kesamaan tujuan atau pemikiran. Pada mereka berdua sama-sama memiliki tujuan untuk membangun masyarakat menjadi lebih baik dengan mengalahkan kekuasaan Firaun yang dzalim, lalu menjalankan perintah Allah, berdakwah di kalangan Bani Israil. Sehingga keduanya bisa terus bersama dan saling bekerja sama dalam menjalankan segala perintah Allah SWT.

Pelajaran kedua adalah persahabatan yang dilandaskan atas dasar kesamaan tujuan dan pemikiran akan bertahan abadi meskipun banyak ujian dan cobaan. Dalam kasus mereka berdua, keduanya harus berhadapan dengan berbagai masalah. Mulai dari menghadapi penguasa dzalim, melawan penyihir, dikepung musuh dan terancam mati, menghadapi umat yang susah diatur, pemberontakan (kasus lembu samiri), tetapi keduanya selalu berhasil melewatinya bersama-sama. Dan tidak sekalipun keduanya melenceng atau putus asa dari arah tujuan mereka.

Pelajaran ketiga persahabatan yang dilandaskan atas dasar cita-cita yang sama akan membentuk ikatan yang saling menguatkan, bukan melemahkan. Pada mereka berdua, Harun memiliki kelebihan di bidang komunikasi dan ini menutupi kelemahan Musa. Sedangkan Musa memiliki bidang kepemimpinan, dan ini menjadikan Harun lebih terarah.

Dari peristiwa ini harusnya kita mengambil pelajaran untuk lebih teliti dalam memilih sahabat/saudara. Tidak selamanya teman sejak kecil yang sering berkelompok, sering main bersama, itu layak menjadi sahabat kita. Apalagi jika mereka tidak memiliki kesamaan tujuan dan pemikiran untuk menjalankan perintah Allah mengelola bumi supaya seimbang. Dipastikan di tengah jalan pasti akan muncul pertarungan dan berpotensi besar berpisah jalan. Berbeda dengan teman yang meskipun tidak bersama dari kecil tetapi memiliki tujuam yang sama dengan kita. Lambat laun akan membuat kita semakin dekat dan nyaman dengannya meskipun proses perkenalan berlangsung singkat. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh berteman, tetap boleh tetapi jika ingin mencari sahabat maka carilah sahabat yang bisa membawa kita kepada cita-cita akhirat yang kekal abadi yaitu surga. Bukan sekedar kenyamanan di duniawi saja lantas kita memasrahkan diri kita dan terlalu percaya dengannya. Dan Allah SWT sendiri pun memperingatkan untuk berhati-hati dalam mengambil teman setia, bahkan di surat Al Mumtahanah ayat 9 disebutkan dilarang menjadikan orang yang memusuhi agama Allah sebagai teman setia. Mudah-mudahan kita mendapat sahabat untuk selamanya yaitu bersama-sama berjuang sampai surga menikmati segala hadiah yang diberikan oleh Allah SWT.

"Hallo sahabat, inilah tempat yang kita impikan selama didunia berkat perjuangan kita bersama"
Salam Youngstefillah....

#onedayonepost #ODOP_6

Komentar

  1. Terimakasih atas postingan ini, reminder yang enting untuk saya. All the best kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, senangnya mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran...

      Hapus
  2. MasyaAllah, bermanfaat kak ilmunyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah-mudahan jadi amal jariyah bagi pembaca dan penulisnya ya..hehe

      Hapus
  3. Dear All, Terimakasih sudah berkunjung, kritik dan saran sangat bermanfaat buat saya untuk kedepan menjadi lebih baik lagi..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan