Tamparan kesadaran dari cerita di Thaif.
05 September 2018
Dengan cepat penduduk thaif membuat barisan dengan membawa banyak batu, tak bisa dihindari semua batu-batu dan kotoran unta menuju tubuh mereka, zaid bin haritsah mencoba untuk melindungi rasul namun usahanya sia-sia saking banyaknya batu yang datang. Sekujur tubuh Rasul berdarah, manusia utusan Allah dihinakan saat itu oleh penduduk thaif.
Setelah aman, dengan sekujur tubuhnya dipenuhi darah yang mengucur disekujur tubuhnya beliau berdoa sambil menahan rasa sakitnya .
“Ya Allah, Aku mengadu kepada-Mu atas lemahnya kekuatanku dan sedikitnya usahaku serta kehinaan diriku dihadapan manusia, Engkau tuhan semesta alam, pelindung orang-orang yang lemah dan engkaulah pelindungku. Kepada siapa Engkau serahkan diriku. Kepada orang yang jauh menyerangku ataukah kepada zat yang dekat mengatur urusanku. Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Aku berlindung terhadap cahaya wajah-Mu yang menerangi kegelapan dan karenanya membawakan kebaikan bagiku dunia akhirat, untuk melepaskan aku dari amarah-Mu. Hanya kepada-Mu aku merintih berharap mendapat keridaan-Mu. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu”
Mendengar doa rasul, zaid bin haritsah tersentuh sambil keheranan, sudah di tolak, dihina dan disiksa pun tidak ada rasa dendam sama sekali dibenak rasul. Malah semangat juang yang tinggi ada dalam dirinya, untuk terus berjuang dijalan Allah.
Youngsterfillah sekalian, dari kisah rasul di Thaif ini banyak sekali hikmahnya, terutama merefleksikan kita sebagai pencita-cita surga, seringkali kita mengeluh dengan keadaan kita hari ini. Tugas sekolah, dimarahi orang tua, dimarahi Bos, banyak kerjaan seolah olah menjadi bahan keluhan kita. Padahal sangat jauh keadaannya dibanding zaman rasul dulu, ibaratkan bayi atau balita kita seperti merengek akan hal kecil. Sudah semestinya kita malu, apalagi ditambah singgungan Allah di surat 2:214 “ataukah kamu mengira akan masuk surga, padahal kamu belum diuji seperti orang-orang zaman dahulu, mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan seraya berkata “kapankah pertolongan-Mu akan datang” sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat”
Sebuah ayat yang sungguh menampar kita apabila kita bandingkan perjuangan orang-orang jaman dahulu yg sudah dijamin masuk surga dengan kita yg blm ada jaminannya sama sekali, tapi seolah olah sudah yakin akan dimasukan ke surga. Jangan kepedean dengan diri anda sekarang...
ingat!
Tak akan ada jaminan ke surga apabila hidup kamu biasa saja atau bahkan merusak lingkungan dan bahkan masyarakat.
Jadikan kisah Pengorbanan Rasul Muhammad SAW ini sebagai tamparan bagi kalian wahai Youngsterfillah ☝ tanpa pengorbanan beliau kita tidak bisa merasakan nikmatnya berislam dan hidup dengan norma-norma universal.
#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...