Tamparan kesadaran dari cerita di Thaif.

05 September 2018

Hari demi hari seolah olah menjadi kelam di negeri Mekkah beberapa abad silam. Bagaimana tidak siksaan dari orang kafir quraisy terus berdatangan kepada umat islam dan nabi Muhammad SAW, keadaan tersebut membuat Rasulullah diperintahkan untuk hijrah demi keberlangsungan nilai-nilai islam, untuk pertama kalinya rasul berdakwah di luar mekkah, salah satu tujuan dakwahnya adalah kota Thaif kira-kira 60mil jaraknya dan rasul berangkat menuju thaif dengan Zaid bin haritsah tidak menggunakan unta supaya tidak ketahuan oleh orang kafir quraisy. 4hari lamanya perjalanan ke Thaif, panasnya gurun pasir Arab dan lelah seakan-akan menjadi tantangan bagi rasul dan zaid diperjalanan perjuangan menuju Thaif. Rasul berada di Thaif kira-kira 15 malam, selama itu Nabi Muhammad SAW mengunjungi sejumlah pasar dan beliau berdakwah mengajak orang yahudi dan Thaif untuk masuk Islam dan menjalankan kebenaran. Namun respon dari orang-orang yahudi dan penduduk thaif malah menolak mentah-mentah, mereka memaki rasul, menolak mentah-mentah segala seruan dari Rasul “apakah Allah tidak menemukan orang lain selain dirimu” kata salah satu diantara mereka. Melihat respon dari penduduk Thaif penduduk yang menolak seruan rasul, lantas rasul pun meminta untuk tidak diberikan informasi bahwa rasul ada di Thaif, namun permintaan itupun ditolak. Nabi Muhammad pun mengajukan permohonan terakhir “Jika kalian menolak, biarkan aku pergi”, namun tak diduga-duga penduduk thaif menolak juga bahkan menyiapkan batu dan kotoran unta “demi Allah kamu tidak akan bisa pergi sebelum batu ini menghujani mu, agar engkau tidak akan pernah kembali lagi kesini”
Dengan cepat penduduk thaif membuat barisan dengan membawa banyak batu, tak bisa dihindari semua batu-batu dan kotoran unta menuju tubuh mereka, zaid bin haritsah mencoba untuk melindungi rasul namun usahanya sia-sia saking banyaknya batu yang datang. Sekujur tubuh Rasul berdarah, manusia utusan Allah dihinakan saat itu oleh penduduk thaif.
Setelah aman, dengan sekujur tubuhnya dipenuhi darah yang mengucur disekujur tubuhnya beliau berdoa sambil menahan rasa sakitnya .
“Ya Allah, Aku mengadu kepada-Mu atas lemahnya kekuatanku dan sedikitnya usahaku serta kehinaan diriku dihadapan manusia, Engkau tuhan semesta alam, pelindung orang-orang yang lemah dan engkaulah pelindungku. Kepada siapa Engkau serahkan diriku. Kepada orang yang jauh menyerangku ataukah kepada zat yang dekat mengatur urusanku. Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Aku berlindung terhadap cahaya wajah-Mu yang menerangi kegelapan dan karenanya membawakan kebaikan bagiku dunia akhirat, untuk melepaskan aku dari amarah-Mu. Hanya kepada-Mu aku merintih berharap mendapat keridaan-Mu. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu”
Mendengar doa rasul, zaid bin haritsah tersentuh sambil keheranan, sudah di tolak, dihina dan disiksa pun tidak ada rasa dendam sama sekali dibenak rasul. Malah semangat juang yang tinggi ada dalam dirinya, untuk terus berjuang dijalan Allah.
Youngsterfillah sekalian, dari kisah rasul di Thaif ini banyak sekali hikmahnya, terutama merefleksikan kita sebagai pencita-cita surga, seringkali kita mengeluh dengan keadaan kita hari ini. Tugas sekolah, dimarahi orang tua, dimarahi Bos, banyak kerjaan seolah  olah menjadi bahan keluhan kita. Padahal sangat jauh keadaannya dibanding zaman rasul dulu, ibaratkan bayi atau balita kita seperti merengek akan hal kecil. Sudah semestinya kita malu, apalagi ditambah singgungan Allah di surat 2:214 “ataukah kamu mengira akan masuk surga, padahal kamu belum diuji seperti orang-orang zaman dahulu, mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan seraya berkata “kapankah pertolongan-Mu akan datang” sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat”

Sebuah ayat yang sungguh menampar kita apabila kita bandingkan perjuangan orang-orang jaman dahulu yg sudah dijamin masuk surga dengan kita yg blm ada jaminannya sama sekali, tapi seolah olah sudah yakin akan dimasukan ke surga. Jangan kepedean dengan diri anda sekarang...
ingat!
Tak akan ada jaminan ke surga apabila hidup kamu biasa saja atau bahkan merusak lingkungan dan bahkan masyarakat.
Jadikan kisah Pengorbanan Rasul Muhammad SAW ini sebagai tamparan bagi kalian wahai  Youngsterfillah ☝ tanpa pengorbanan beliau kita tidak bisa merasakan nikmatnya berislam dan hidup dengan norma-norma universal.
#komunitasonedayonepost #ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan