Akibat Menuhankan Hawa Nafsu


Pastinya enak jadi penguasa, apalagi dengan kekhalifahan besar yang paling kaya raya. Dihormati setiap orang, punya harta berlimpah-limpah, bisa melakukan apapun yang diinginkan. Membangun istana megah yang membuat iri semua orang, makan-makanan yang lezat dan pastinya wanita-wanita cantik tidak sulit didapatkan. Akan tetapi negeri yang besar masalahnya juga pasti banyak juga.
Wilayah kekuasaan Abbasyiah yang luas , rakyatnya yang berjuta-juta memberikan pemasukan yang tak terkira banyaknya namun dibalik itu banyak masalah didalamnya seperti masalah filsuf yang semakin rumit, perselisihan antara sunni dan syiah yang tak pernah selesai dan lain sebagainya.
Kekhalifahan Harun Al-Rasyid sampai pada anaknya Al-ma’mun adalah para pemimpin yang mampu mengatasi permasalah dalam kepemerintahan mereka, namun khalifah setelahnya merasa jika yang dilakukan mereka terlalu berlebihan yang membuat pusing, apalagi dihadapkan banyaknya kenikmatan duniawi.
Istana yang indah, tenang dan sejuk, hiburan musik, tukang cerita, wanita-wanita cantik, makanan enak, minuman segar, karpeet-karpet Persia yang lembut dan tebal, bantal-bantal yang lembut dan empuk menjadi kenikmatan untuk santai sejenak. Yang paling menyenangkan dari itu semua adalah membuat istana megah baru yang lebih mewah.
Kota dan istana megah mulai dibangun sejak masa khalifah Harun Al-Rasyid. Lalu dilanjutkan oleh para penerusnya, akan tetapi yang paling dahsyat adalah pada masa Al-Mutawakkil (847-861) dimana istana megah didirikan bukan hanya 1 atau 2 tapi belasan istana dibangun pada masa Al-Mutawakkil. Bahkan dia juga membangun masjid terbesar didunia disana. Alangkah menyenangkannya punya sesuatu yang dikagumi semua orang.
Dan dengan kekayaan juga kekuasaan sebesar itu pastilah mudah mendapatkan hal yang sangat diinginkan setiap laki-laki, yaitu wanita. Bukan hanya wanita sembarangan, tapi wanita-wanita cantik diseluruh negeri. Wanita-wanita yang menarik hati, rupawan, halus tutur katanya dan enak diajak berbincang-bincang. Mereka ditempatkan di istana istimewa bernama harem. Tercatat dalam sejarah Al-Mutawakkil mengoleksi 4.000 wanita cantik didalam istana harem (Hltti,”Sejarah Ringkas Dunia Arab”)
Mereka tidak minum ari biasa, melainkan khamr, minuman yang dilarang oleh Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT. Khamr membuat mereka senang dan lupa akan masalah-masalah negara, dengan meminumnya semua masalah akan hilang. Akan tetapi, masalah itu akan menjadi lebih besar karena tidak terpecahkan.
Semua orang menginginkan hal tersebut, apapun dilakukan sampai cara membunuh. Saat zaman abbasiyah memang ilmu pengetahuan semakin berkembang, kenikmatan dunia semakin berlimpah namun akhirnya mereka terlena oleh semua itu, orang islam saat itu mulai tidak semangat untuk berperang karena kehidupannya sudah makmur dan bergantung pada tentara Turki.
Al-Muttawakil, khalifah saat itu merupakan pemimpin yang sangat tidak toleran. Dia tidak segan membunuh siapa saja yang berbeda keyakinan dengan dirinya, dia  tidak seperti pemimpin sebelumnya, tidak menyukai kaum rasional dan membantai habis mereka. Makam Imam Husain bin Ali pun ia ratakan dengan tanah karena ketidak sukaan dia terhadap syiah, dan para pengikutnya ia bantai habis dengan dipenggal kepalanua dan dikubur hidup-hidup. Bahkan bukan hanya itu dia sangat memusuhi orang-orang Kristen dan Yahudi.
Meskipun dia bergantung pada tentara Turki, namun dia pernah membunuh panglima Turki yang tidak dia sukai yang membuat tetara Turki ingin menyingkirkannya. Malang nasib dari Al-Mutawakkil, disaat sibuk mengurusi istana-istananya, wanita-wanita simpanannya dan harta yang sangat banyak. Kaum mongol dari Turki datang menyerang untuk merebut kekuasaan dari tangannya. Ada yang bilang tentara Turki ini suruhan dari anaknya Al-Muntasir yang tidak diperhatikan oleh ayahnya yang sibuk dengan kesenangan duniawi dan mulai membenci ayahnya.
Akhirnya habislah Al-Mutawakkil dibunuh oleh tentara Turki, sejak jaman itulah era keemasan islam mulai menurun meski masih belum kalah bersaing dengan negara eropa, namun sedikit demi sedikit menurun hingga akhirnya seperti yang kita rasakan sekarang dimana islam kalah bersaing dengan negara Eropa sana.
Ilmu pengetahuan didalam islam seolah-olah tabu padahal itulah yang membuat islam maju dimasa lalu, inilah yang harus kita ambil hikmah dari JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Islam pernah jaya dahulu kala karena menjungjung tinggi ilmu pengetahuan (lihat dipostingan sebelumnya ,“Harun Al-Rasyid bukti kejayaan islam masa lampau”) namun islam pun pernah hancur gara-gara menjadikan Hawa Nafsu sebagai Tuhannya maksudnya keinginan pribadi diatas segalagalanya dan melupakan Tuhan yang sebenarnya yaitu Allah SWT, maka marilah sama-sama kita bangkitkan kembali identitas asli dari islam itu sendiri. Bukan malah menjadikan islam semakin tersudutkan karena ulah umatnya sendiri yang berulah sehingga menjadi celah bagi musuh untuk menghancurkan islam.
#saveISLAMwithSCIENCE
#tantanganODOP4
#nonfiksi
#feature
#onedayonepost
#odopbatch6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan