Bahagia tak selalu lewat uang


Di awal bulan september 2018 media dihebohkan dengan pernyataan seorang pendiri Ali Baba yakni Jack Ma mengenai dirinya hendak mengundurkan diri dari CEO Ali Baba. Ali Baba telah menjadi salah satu perusahaan e-commerce terbesar didunia. Perusahaan yg sudah dibangun sejak 1999 bahkan tidak kalah dari Apple, Microsoft, Amazon. Sebagaimana kita ketahui Jack Ma merupakan orang terkaya di China,dan masuk kedalam kategori orang terkaya di dunia. Dia adalah seorang pengusaha sukses. Namun ada pernyataan yang cukup menghebohkan masyarakat dunia, dia mengatakan :
1. Salah satu kesalahan terbesar saya adalah mendirikan Ali Baba. Pada awalnya saya mencoba mendirikan bisnis kecil, namun tumbuh semakin besar dan akhirnya menuntut tanggung jawab lebih dan masalah yg lebih besar.
2. Masa paling bahagia bagi saya adalah ketika saya mendapat gaji 91 yuan per bulan sebagai seorang guru yg sederhana.

Dari pernyataan tersebut, jika saya kritisi, ada beberapa point penting yg bisa kita ambil hikmahnya. Pernyataan yg pertama :

Jack Ma mengatakan bahwa mendirikan Ali Baba, menjadi CEO Ali Baba, menjadi seorang pengusaha sukses kelas dunia merupakan kesalahan/Masalah bagi dirinya. Dalam wikipedia Masalah didefinisikan sebagai suatu pernyataan tentang keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Bisa jadi kata yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan.

Ternyata menjadi seorang pengusaha yg dapat menghasilkan banyak uang, yg dapat membawanya menjadi salah satu orang terkaya didunia merupakan suatu hal yg tidak sesuai harapan,situasi yg membingungkan atau dalam istilah sederhananya "Tidak Membahagiakan" bagi dia.

Pernyataan yg kedua:
Lebih bahagia dapat gaji 91 yuan. Daripada saat ini yg penghasilannya bisa jadi bermilyar2 atau bahkan triliunan rupiah. Jika Diketahui 1 yuan= Rp 2.183, maka 2.183 x 91 = Rp 198.693. Sungguh luar biasa perbandingan yg sangat jauh sekali.

Dari sini ada hikmah yg dapat kita ambil yakni, uang yg mungkin selama ini menjadi standar dikatakan memiliki kebahagiaan tinggi ternyata tidak demikian. Seorang Jack Ma sudah merasakannya sendiri, menjadi seorang pengusaha sukses dunia dan memiliki penghasilan yg besar, namun justru itu tidak membuatnya bahagia secara maksimal. Bahkan dia lebih bahagia saat menjadi seorang guru walaupun penghasilan nya jauh lebih kecil dari penghasilannya sekarang. Materi/uang bukan segalanya, uang memang bisa memberikan kebahagiaan, namun kebahagiaannya tidak maksimal. Awalnya saja mungkin bahagia memiliki uang banyak, seiring berjalannya waktu mulai biasa bahkan bisa menjadi suatu penderitaan memiliki uang yg banyak seperti yg dirasakan oleh Jack Ma.

Begitulah sifat khas kebahagiaan dunia. Yg awalnya bernilai bahagia tidak terus menerus bernilai bahagia. Kebahagiaan tsb akan berubah menjadi suatu hal yg netral. Bahkan tidak jarang memberikan efek penderitaan seiring dengan tanggung jawab,beban dan konsekuensi yg dihadapinya.

Maka marilah kita cari kebermaknaan dalam hidup kita ini.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan