Belajar dari Artis korea muallaf part 1

Namanya ayana jihye moon. Wanita cantik asal korea selatan. Dia juga pernah menjadi anggota girl group dikorea selatan f-ve dolls (seperti cerrybell lah kalau di indonesia mah). Nama dan wajahnya mungkin saat ini gak asing di beberapa masyarakat indonesia. Bukan karena dia anggota girl band, bukan karena dia dari korea selatan, bukan karena kecantikannya saja namun yg membuatnya terkenal saat ini adalah Karena keputusannya untuk memeluk islam dan memutuskan berhijab. Keputusan ayana menjadi mualaf cukup mengejutkan. Mengingat background di keluarganya yg bukan muslim, dia satu satunya dikeluarga yg muslim dan mengingat sejarahnya yg pernah menjadi anggota girlband yg sering mengumbar aurat.

Ada  beberapa hal yg bisa kita ambil hikmah dari proses masuk islamnya sosok ayana jihye moon ini.
1. Ayana memutuskan untuk memeluk islam saat duduk dibangku sma temen temen, usia yg sama seperti kita. Di usia sma yg biasanya umumnya memikirkan studi saja, kesenangan, pertemanan dan pengakuan dari lingkugan Namun dia berani mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Di usia yg sama seperti kita Dia berani meninggalkan keyakinan yg lama dia pegang dan Berani untuk menerima kebenaran islam. Tidak sedikit sekarang yg tahu kebenaran tapi malu untuk mengakui kebenaran tsb atau mempraktekan kebenaran tsb dlm perilakunya. Tapi hal tsb tidak terjadi di ayana. Ayana mampu membuat keputusan yg bisa jadi merubah hidupnya dan membuat jurang yg dalam diantara dia dan keluarganya atau lingkungan lingkungan sblmnya yg mengenal dia. Namun hal itu tidak membuat dia mengurungkan niatnya. Ayana bulat untuk masuk islam dan langsung berhijab. Sekarang saatnya temen temen nih, keputusan besar apa yg mau kalian ambil setelah mengetahui banyak kebenaran tentang islam lewat materi materi kajian yang ada pertanggung jawaban?? Apa yg mau kalian lakukan setelah  mengetahui kebenaran.

2. Gadis kelahiran 28 desember 1995 ini sangat penasaran dengan ajaran islam dan belajar sendiri dari internet. Hal itu dia lakukan sejak kecil sejak usia 8 tahunan (usia kelas 2 sd mungkin ya klo di kita) sampai usia sma,  yg dari sana dia mantap memutuskan masuk islam dan pengalamannya itu dia share di youtube. Belajar dari proses ayana tersebut maka Kemandirian,  kesadaran diri untuk mencari tau yang benar itu penting. Kalau tidak ada kesadaran di dalam diri kita untuk mencari maka banyaknya wawasan yg diterima, banyaknya orang yg mengkondisikan tidak akan seberapa pengaruh kalau kesadaran internalnya kurang kuat. Ayana membuktikan bahwa kesadaran yg ada di dalam dirinya untuk mengetahui islam membawa dia pada sebuah kemantapan dan keberanian diri untuk berhijrah. Sehingga kita pun seandainya ingin memiliki kebulatan tekad ingin memiliki keberanian untuk berubah maka perlu membangun kesadaran diri yg kuat terlebih dahulu. Tanpa itu mustahil bisa. Internet menjadi sumber dia belajar islam dan setelah masuk islam ayana menshare pengalamannya di youtube. Dari sana ayana memberi pelajaran kepada kita semua bahwa internet, sosmed itu bisa mendatangkan rahmat kebaikan dan bisa menjadi sumber inspirasi serta bisa merevolusi keimanan seseorang. Seperti itu memang penggunaan internet yg baik yaitu untuk belajar, untuk memecahkan masalah dan berbagi kebaikan juga. Bukan sebaliknya. Internet sosmed merusak atau menjadikan kita lebih baik tergantung orangnya. Dari kisah ayana ini kita belajar bahwa internet dan sosmed bisa menjadi malaikat pelindung kita dan bisa menjadi juru selamat kita.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan