Berbuat baik terhadap sesama


Ada sebuah kisah menarik yg saya temukan dalam artikel di Medsos. Terlepas kisah ini nyata atau fiktif, namun ada hikmah dan semangat hidup yg bisa kita ambil bersama. begini ceritanya. Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia dibalik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya. Wartawan tersebut bertanya "Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" "Tak tahukah anda?" jawab petani itu. "Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."

Kisah tersebut menginspirasi bagi kita bagaimana seharusnya menjalankan hidup bermasyarakat. Mereka yang ingin meraih keberhasilan baik dunia ataupun akhirat harus menolong terhadap orang lain,khususnya yg kesulitan. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang telah kita berikan untuk masyarakat. Bahkan Rasul pun pernah bersabda "Khoirunnas Anfauhum Linnas," sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi sesamanya.

Hal tersebut juga dipertegas oleh Allah di dalam QS Al-Qashash (28): 77 "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan," Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan untuk mencari nikmat dan karunia Allah yg ada di bumi,bisa berupa harta,pengetahuan, dan sebagainya. Dengan nikmat dan karunia yg telah kita dapatkan selanjutnya adalah bagaimana kita menggunakan nikmat dan karunia tersebut untuk kebahagiaan akhirat yakni dengan cara berbuat baik kepada orang lain agar terciptanya kehidupan yg maslahat dan seimbang.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan