Hikmah dibalik mukjizat, menjawab pandangan tentang mukjizat part 1
Sahabat youngsterfillah,
Seperti yang kita ketahui, cerita para Nabi yang Allah SWT
informasikan didalam Al-Qur’an penuh dengan keajaiban dan juga diluar nalar
logika akal manusia. Seperti contohnya cerita Nabi Musa AS yang dapat merubah
tongkat menjadi ular dan membelah lautan. Lalu adapula Nabi Ibrahim AS yang
dibakar namun apinya menjadi dingin, Nabi Isa AS yang dapat berbicara sewaktu
masih bayi dan menyembuhkan penyakit orang-orang bahkan bukan hanya Nabi dan
Rasul saja, kisah pemuda Al-kahfi yang terjebak didalam gua juga diabadikan
didalam Al-Qur’an.
Ini semua adalah mukjizat yang dialami, semuanya menjadi hal
yang sebenarnya sulit untuk dipercaya tapi memang benar adanya. Akhirnya muncul
pertanyaan dan pernyataan tentang mukjizat ini baik dari kalangan muslim maupun
nonmuslim. Banyak yang mempertanyakan hal tersebut karena kejadiannya tidak
bisa dialami oleh kita, bahkan ada pernyataan dari mukjizat ini menandakan
bahwa islam tidak bisa dinalar oleh logika akal percaya saja Imani dan
dampaknya banyak yang beranggapan islam tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan,
benarkah?
Dari mukjizat, seringkali kita tidak menyadari adanya latar
belakang dibalik itu semua, ada tujuan dari turunnya mukjizat. Kita terjebak
didalam ketidak masuk akalnya mukjizat, padahal ada hikmah yang diambil dari
kejadiannya. Tidak mungkin Allah SWT menginformasikan didalam Al-Qur’an tentang
cerita mukjizat tanpa adanya hikmah didalamnya yang dapat dijadikan pelajaran
bagi manusia agar hidupnya lebih baik lagi.
Coba kita analisis, setiap kejadian mukjizat polanya hampir
sama semua, perhatikan dan coba untuk direnungi seksama.
1. Mukjizat datang kepada orang yang berjuang dijalan
kebenaran.
Jika kita membaca ayat Al-Qur’an yang menceritakan tentang
mukjizat, pasti ada perjuangan terlebih dahulu. Coba kita kupas bersama-sama,
saat Nabi Musa AS melawan Firaun tongkat dapat menjadi ular atas seizin Allah
SWT karena pada saat itu jika Nabi Musa AS melawan para penyihir Firaun jika
tidak dapat melakukan apapun maka beliau akan dibunuh dan jika Nabi Musa AS
meninggal bagaimana nilai-nilai kebenaran akan tegak? Begitupun dengan
membelahnya lautan saat itu Nabi Musa dan kaumnya dikejar pasukan Firaun, jika
saja laut tidak terbelah maka Nabi Musa AS dan umatnya tidak akan selamat, maka
disitu ada perjuangan. Begitupun Nabi Ibrahim AS saat dibakar api menjadi
dingin, perjuangan ada perjuangan terlebih dahulu untuk menghancurkan
kebathilan dan kisah kisah lainnya jika diperhatikan pasti ada perjuangan
dijalan kebenaran yang dilakukan.
Dilanjutkan di postingan selanjutnya
#onedayonepost
#ODOP_6

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...