Hitung-hitungan dalam berkarir


Disadari setiap karir yang berorientasi memenuhi kebutuhan masyarakat senantiasa lebih berat dibandingkan dengan karir yang tidak terlalu menjadi kebutuhan masyarakat. Sebab karir jenis ini, setiap usaha yg dilakukan oleh kita yang memilih karir yg dibutuhkan masyarakat, bagian yang akan kita perolehnya sangat sedikit. Berbeda dengan orang yang bekerja untuk orientasi pribadinya sendiri, tentu akan lebih besar bagian yang diperolehnya.

Hal ini teruji di hampir semua lapangan atau sektor masyarakat. Baik di sektor kesehatan, pendidikan, moralitas atau politik. Di sektor kesehatan misanya, orang yang memilih karir yang paling dibutuhkan masyarakat akan berusaha untuk menghitung kebutuhan yang harus dipenuhi di masyarakat itu. Jika ia seorang dokter dan yang dibutuhkan oleh masyarakat ialah perbaikan pemikiran, maka ia akan menghitung, kebutuhan dan jenisnya apa saja yang bisa ia perani atau sumbang untuk kebutuhan itu.

Tentu saja, perbaikan pemikiran itu banyak ditopang oleh pergulatan pemikiran dan pertarungan ideologi di bawah. Banyak membutuhkan tenaga ideolog, tenaga mencetak para instruktur dan generasi berkualitas untuk mengalahkan pemikiran-pemikiran lainnya. Jika dihitung kebutuhannya bisa meliputi banyak hak misalnya sarana pendidikan mencetak tenaga ahli perang pemikiran, buku dan sarana referensi untuk memperkaya khazanah pengetahuan para ahli perang pemikiran itu. Untuk penyediaan anggarannya bisa mencapai 200juta perbulannya.

Jika orang di bidang kesehatan menjadi dokter spesialis misalnya, dengan tarif 150rb per pasien. Sehari dia buka praktek dari pagi sampai malam, kisaran yang berobat mencapai 25 orang perhari bisa dihitung sehari memegang uang Rp 3,750,000,- lalu seminggu full dia bekerja sebulan terkumpul omset Rp 112,500,000. Uang ini akan ia putar membiayai pegawai 3 orang masing2 4 juta, maka ia memiliki kurang lebih 100juta omset yg ia putar lagi untuk biaya sewa tempat di strategis dan lain sebagainya. Jika omset itu sudah ia ambil untuk memutar bisnisnya, ia harus berpikir seberapa yg disisihkan untuk pribadi dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu.

Orang yg berorientasi memenuhi kebutuhan masyarakat akan menyisihkan lebih besar dibanding untuk diri dan keluarganya. Taruh dia bersih memiliki keuntungan 50juta perbulan. Jika ia berpikir kebutuhan masyarakat itu membutuhkan 200juta perbulan, setahun sampai 2,4M maka dia menyadari kalau dia berkeinginan menyumbangkan 100 persennya ia hanya mampu seperempatnya saja. Artinya 100 persen hartanya setara dengan seperempat yg dibutuhkan.

Lalu berapa dia penuhi untuk dirinya dan keluarganya? Jika ia memiliki perhitungan biasanya ia akan mengalokasikan dari 50 juta itu untuk: kebutuhan sehari-haru yang tidak berlebih (cukup), pendidikan anaknya, kesehatan dan tabungan untuk keperluan yg akan datang dan mendadak.
Dari hitungan seperti ini kemungkinan orang yg berorientasi memenuhi kebutuhan masyarakat memang akan mendapatkan bagian yg lebih sedikit daripada mungkin apa yang dikeluarkan selama berbulan-bulan menjalani karir. Akan lain jika berkarirnya untuk kesuksesan karirnya sendiri belaka.

Dilapangan selainnya pun demikian. Bisa teman-teman empiriskan melalui hitungan-hitungan kongkrit seperti itu, pada misalnya jika masyarakatnya sedang membutuhkan sektor kesehatan /penanganan terhadap bencana wabah penyakit. Antara mereka berkarir yg didsari oleh kebutuhan seperti itu dilapangan kesehatan dengan yg tidak menimbang kebutuhan-kebutuhan itu, niscaya akan selisih bagian yg mereka peroleh. Diantara keduanya lebih kecil yg diterima oleh mereka yg berkarir untuk memenuhi kebutuhan masayarakat dibandingkan dengan mereka yg memilih karir yang tidak terlalu menjadi kebutuhan kebutuhan masyarakat, inilah pentingnya rencana dalam karir kita, karena kita berkarir seumur hidup kita maka harus ada hitung-hitungannya juga untuk kebermanfaatan bagi masyarakat agar hidup kita tidak sia-sia dan ada bekal untuk akhirat nanti.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan