Islam dan ilmu pengetahuan part 2

Dalam ilmu sosial, semisal
1. Tentang integritas yg secara pengertian adalah suatu sikap yg melekat pada diri seseorang, yg membuat individu mampu bekerja secara utuh, terampil, serta tidak mudah terpecah antara prinsip dan tindakan, serta antara sikap dan perbuatan. Integritas diri muncul ketika seseorang mempunyai prinsip hidup atau pegangan hidup yg dianut secara konsisten.

Objektifnya, perbuatan melihat hal tsb memiliki dampak pada diri manusia, yakni hanya akan menguatkan id/naluri seksual yg telah ada dalam diri manusia, yg hal tersebut menuntut untuk penyaluran, selain menyebabkan kerusakan pikiran. Jika hal ini senantiasa di konsumsi maka tindakan pemenuhan kebutuhan tersebut akan banyak terjadi di masyarakat, tidak membedakan mana yg berhak/tidak. Anak tanpa ayah yg sah, perceraian, rusaknya hubungan keluarga & hilangnya kasih sayang sudah menjadi hal yg umum, penyakit seksual bermunculan dimana-mana. Bila hal ini dibiarkan, maka akan terjadi kerusakan & mengarah kepada ketidakseimbangan alam.
Hal ini sejalan dengan perintah Allah kepada orang2 beriman untuk menundukkan pandangan & menjaga kemaluannya pada Q.S 24: 30-31.
Di ayat tersebut,  perintah menundukkan pandangan ditempatkan di awal. Sejalan dengan hukum objektifnya sebagaiamana diterangkan di atas.

 Itu hanya sebagian kecil contoh saja, semakin mendalam penelitian/iqra di bidang sains/sosial tersebut maka akan semakin terbuka misteri-misteri alam dan semakin banyak yg sejalan dengan wahyu. Hal itu membuktikan Al-Quran pasti dibuat oleh Penguasa Alam dengan menggunakan pertimbangan berbagai ilmu universal baik yg sudah terungkap maupun yg belum terungkap.

Pun juga dalam kajian minggu lalu yg telah kita bahas, tentang observasi suka-duka kehidupan manusia di dunia. Dalam banyak ayat Al-Quran, dikatakan bahwa dunia itu kesenangannya merupakan "senda gurau", "menipu", "sedikit". Dan ini telah kita buktikan kemarin dengan pendekatan akal pikiran & ilmu pengetahuan. Ternyata memang benar adanya, sejalan dengan wahyuNya. Berbanding terbalik dengan orang-orang yg memiliki prinsip hidup materialisme / hedonisme, yg menyangka bahwa dunia ini adalah 'surga' / 'segalanya'

Padahal secara faktanya tidaklah demikian. Bahkan banyak juga contoh orang-orang yang merasa tetap sengsara bahkan ada juga yg bunuh diri, padahal ia telah mencapai dan memiliki fasilitas/sarana2 kehidupan duniawi. Untuk memahami eksistensi Tuhan saja harus dan wajib dengan cara ilmiah, pun juga dalam memahami ajaranNya. Oleh karena itu, dalam memahami & melaksanakan ajaranNya harus menggunakan landasan akal pikiran & ilmu pengetahuan pula.

"Afalaa ta'qiluun?"

#ODOP_6
#onedayonepost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan