Janji palsu Hedonisme
Belakangan ini marak kasus bunuh diri di kalangan artis yang sedang berada di puncak ketenaran, sanjungan, dan gelimang harta. Kekayaan dan ketenaran yg dimiliki, tak mampu memberikan sebuah kebahagiaan yg ada. Dulu mereka berlomba2 mengejar hedonisme itu, harta yg berlimpah, fisik yg sempurna, sanjungan orang-orang yang bergemuruh, pakaian yg indah dan ternama, kendaraan yg tercanggih dan termahal, hingga semua itu telah di dapatkan, bukan kebahagiaan yg di terima, tapi perasaan takut dan kesedihan yg terus menghantui. Takut akan apa? Takut jika ketenaran, kekayaan, harta benda nya itu hilang, habis, tak bisa ia dapatkan lagi. Sampai-sampai harta yg masih dimiliki tak bisa dinikmati karena psikologisnya yg tertekan. Hingga akhirnya timbul depresi dan muncul dorongan untuk mengakhiri hidupnya.
Seolah-olah, kenikmatan dunia yg dikejar, hanya memberikan janji palsu bahagia yg dirasakan tidak lah bahagia yg sesungguhnya, hanya bahagia semu, bahagia yg menipu. Mereka tak pernah menyadari itu sejak awal dan tak mencoba membuat pengendalian, kenapa? Karena bagi orang yang tidak beriman, tidak mengerti hal itu. Mereka tak percaya wahyu Allah, mereka mengabaikan peringatan, bahkan mereka juga tidak mengobservasi ke-alaman yg dilewati manusia. Hingga akhirnya, ketika merasa dunia tak lagi membahagiakan, memilih kematian sebagai tujuan berikutnya.
Namun tau kah bahwa kematian itu juga tak membahagiakan?. Itu tak pernah terlintas, dan tahukah bahwa setelah kematian ada alam lain yg lebih menakutkan? Itupun tak pernah terpikirkan. Begitulah keadaan orang-orang yg dibutakan dengan kesenangan duniawi, mereka melupakan Tuhan nya, akhiratnya, nilai-nilai agamanya. Bukan hanya persoalan mereka tidak beragama islam, tapi itu juga bisa menimpa seorang yg mengaku islam namun terperdaya duniawi dan mengingkari nilai-nilai Tuhan nya. Seperti kasus bunuh diri yg terjadi di kota ini, korbanya beridentitaskan islam.
Bukankah Allah sudah memperingatkan bahwa kesenangan dunia hanya memperdayamu, layaknya fatamorgana. Bagi orang-orang yang beriman, hendaknya mereka menyadari, bahwa menghabiskan segala usaha dan pengorbanan untuk kebahagiaan dunia hanyalah kerugian. Sehingga tidak perlu ada penyesalan saat bahagia yg dikejar itu trnyata hanya bahagia yg semu. Tak perlu membuat diri menjadi hancur, dan mengejar kematian. Tapi berevaluasi lah, dan segera berbenah menata kehidupan yg seimbang.
Kiranya fenomena orang2 bunuh diri itu bisa dijadikan pelajaraan, itulah realitas orang-orang yg tidak meyakini ajaran Allah, tidak melakukan observasi alam kehidupanya, tidak mencari mana kebahagiaan yg seharusnya dikejar, yg seharusnya dijadikan tujuan untuk berkorban.
Sehingga beruntunglah bagi kita semua yg diberikan pemahaman ilmiah tentang hakikat kebahagiaan, dan mengobservasinya. Bahkan hingga ditunjukan jalan dan cara merencanakan mencapai kebahagiaan yg haqiqi. Jangan mau lagi tertipu dgn hedonisme yg palsu, tapi berkorbanlah untuk mengejar kebahagiaan yg HQQ.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...