Jika tangan dan kaki berkata
الْيَوْمَ
نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ
بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Alyawma nakhtimu 'ala afwaahihim watukallimunaa
aydiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kanuu yaksibuun(a)
Artinya:
Pada
hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan
memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lgi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina
Mulut dikunci
Kata tak ada lgi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina
Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an dan lagu Alm.Crisye ini
seharusnya menjadi peringatan keras bagi manusia yang masih berbuat maksiat, bagaimana
tidak sebuah hari dimana mulut yang biasa memberikan pengakuan palsu didunia
dikuci rapat-rapat, sedangkan anggota tubuh yang lainnya memberikan kesaksian
perihal dosa yang diperbuat.
Bisa dibayangkan, bagaimana ketegangan kita saat diminta
kesaksian oleh guru saja misalkan, takutnya minta ampun saat kita melakukan
kesalahan, seolah-olah disakiti tanpa ada luka fisik namun luka psikologis. Terbayang
hukuman dari guru kita dan rasa malu sebagai seorang murid yang melakukan
kesalahan.
Ini berbeda! Yang menanyakan langsung adalah Allah SWT
bahkan disaksikan oleh seluruh mahkluk hidup. Tidak bisa mengelak, berbohong
apalagi rasionalisasi, sungguh perhitungannya sangat akurat dan tepat. Ditayangkan
apa yang diperbuat dari awal hidup sampai matinya, semua itu menentukan apakah
dirimu layak ketempat yang isinya kebahagiaan maksimal atau tetangga berisik
yang isinya penderitaan maksimal. Ya istilah maksimal berarti full tiada
berhenti dan kekal abadi.
Wahai manusia sekalian, yang masih sering meninggalkan
shalat, yang masih bertengkar dengan sesama manusia, yang masih minum-minuman
keras, yang masih merugikan orang lain, yang masih berbuat kerusakan
dimana-mana. Bukankah Allah SWT mempercayakan akal padamu untuk menilai mana
yang benar mana yang salah? Maka pergunakan akalmu itu untuk menjadi manusia
yang benar dan memerangi yang salah. Untuk dirimu dan generasi yang akan
datang.
Salam pencita-cita surga.
#ODOP_6
#komunitasonedayonepost

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...