Keteladanan Nabi Muhammad Saw part 2


Shafwan,  yang bapaknya  terbunuh dalam  Perang Badar dan  bekerja sama dengan  Umair, akhirnya juga masuk Islam dengan  tulus. Rasulullah memaafkannya dengan  sepenuh hati setelah Makkah  direbut. Akan tetapi, Shafwan  belum   mau  masuk   Islam  ketika   dia  dirninta  meminjamkan senjatanya saat Perang Hunain. Perang berhasil dimenangkan pasukan Muslim  dan mereka  mendapat banyak harta rampasan. Atas jasa Shafwan, Nabi Muhammad Saw. memberinya hadiah besaryaitu unta yang berjumlah sampai  100 ekor banyaknya. 

Tidak ada dalam sejarah suku-suku Arab seorang pemimpin yang melakukan ini untuk bekas musuhnya, apalagi orang yang punya  kekuasaan  besar seperti Rasulullah. Shafwan tahu bahwa Rasulullah sama sekali tidak  perlu melakukan itu, tetapi beliau malah  melakukannya dengan  tulus dan penuh terima kasih pada Shafwan. Saat itu juga, Shafwan berubah  dari  orang yang  awalnya  paling  membenci   Rasulullah  menjadi orang  yang paling  mencintainya.

 Khalid   bin  Walid,  sang  panglima   perang  yang  mengalahkan  pasukan Muslim di  Uhud  dan  membunuh  ratusan umat  Muslim,  akhirnya  luluh juga hatinya. Pada masa perdamaian dengan Makkah,  dia sering berkeliling dan  mengamati orang-orang Muslim.  Dia  melihat  mereka  tidak  seperti orang-orang Arab sebelumnya. Melihat  kekuatan  mental  orang-orang  Muslim,   kesalehan,   kebanggaan dalam berjuang, dan  kegigihan  mereka  yang  melebihi  suku Arab  terkuat sekalipun membuat dia yakin bahwa Islam adalah agama yang unggul.  Dia juga akhirnya memilih  untuk  menjadi Muslim.  Beberapa  orang  awalnya tidak memercayainya, tetapi dia membuktikan dirinya dengan menjadi salah seorang  pahlawan  terbesar yang  memperluas  kekuasaan   Islam  termasuk di Suriah dan Mesir. Dia bahkan  kemudian dijuluki, Pedang Tuhan.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan