Standart sahabat yang baik


Di dalam Al quran pun dijelaskan mengenai standar teman yang baik, yaitu; 69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. An nisaa

Berdasarkan ayat-ayat diatas, perlu kita hayati dan nilai ulang. Apakah saat ini kita telah dikelilingi oleh sahabat – sahabat yang demikian? Atau sudahkah kita menjadi sahabat yang senantiasa mengajak pada nilai-nilai keseimbangan bagi sahabat-sahabat kita? Dan mungkin yang paling berat adalah, bisakah kita meninggalkan sahabat-sahabat yang menjauhkan pada nilai keseimbangan namun mendekatkan pada nilai kenikmatan? Bisakah kita menjaga hati saat sahabat yang dulu dekat kini menjauh? Sahabat yang mengatakan, “loe sudah ga asik lagi”, “payah”, “ga solider”? sahabat yang dulu tertawa dan sedih bersama. Sahabat yang dulu selalu membantu kita. Sahabat yang menemani dan menggila sepanjang masa remaja.

Teman-teman youngsterfillah sekalian, jika mengingat kembali ketika masa SD, SMP, bukankah kita punya teman dan sahabat-sahabat. Namun saat ini apakah masih sedekat dulu? Masih kah seakrab dulu? Masihkah jumlahnya tetap seperti dulu? Mungkin ada, namun sangat jarang. Ini menunjukkan bahwa sahabat itu datang dan pergi. Silih berganti. Apa yang perlu kita khawatirkan? Orang-orang selalu datang dan pergi. Semuanya memberikan kenangan, bekasan, kesan mendalam. Selalu ingat, sahabat yang wajib dipertahankan adalah sahabat – sahabat yang mengajak pada nilai-nilai tauhid. Karena sahabat-sahabat seperti inilah yang tiada terikat oleh waktu. Selama masih satu visi, satu cita-cita, sahabat ini akan selalu ada tanpa pernah berbagi suka maupun duka. Akan ada chemistry yang langsung terbentuk antara sesama yang peduli akan kemajuan masyarakat.

Pada akhirnya, akan ada titik dimana harus ada perpisahan antara kita dan sahabat. Mungkin akan perbedaan kebiasaan, pemikiran, kepribadian, idealisme, atau apapun. Akan ada konflik yang harus diselesaikan lewat perpisahan. Tak mengapa, karena sahabat akan selalu datang dan pergi. Dulu sahabat kini hanya selewat. Dulu kawan sekarang lawan. Hingga hanya tertinggal satu sahabat saja. Hingga sahabat yang tetap setia tinggal menemani kita hingga akhir adalah amal kita sendiri.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan