Teladan dari presiden termiskin
Jose Mujica merupakan Presiden Uruguay periode 2010-2015. Jose yang sudah berusia 78 tahun ini dijuluki presiden termiskin di dunia. Bagaimana tidak, Jose lebih memilih tinggal di sebuah rumah sederhana di daerah peternakan dibanding tinggal di istana negara. Rumahnya pun hanya ada 1 kamar saja untuk tinggal dia dan juga istrinya. Jose bukannya miskin sejak awal namun dia lebih memilih meninggalkan segala kemewahan yang sudah lazim didapatkan pemimpin sebuah negara. Dibanding menggunakan mobil dinas kepresidenan yang mewah dia lebih memilih menggunakan mobil Volkswagen buatan 1987. Dia tidak mau banyak iring-iringan pengawal ketika berkendara. Selain itu, Jose juga menyumbangkan 90% gajinya untuk rakyat miskin. Dari $ 12.000 gajinya per bulan dia hanya mengambil $ 1.200 untuk kebutuhan hidupnya.
Selain menyumbangkan uang secara langsung, Jose juga membuat sistem yang cukup bagus untuk mengurangi kemiskinan di negaranya. Jose pernah berkata "Bisnis selalu menginginkan keuntungan bagi diri sendiri. Sudah kewajiban pemerintah untuk membagikan keuntungan tersebut pada pekerja sehingga mereka memiliki uang untuk membeli produk yang bagus." Saat berkuasa, Jose menyediakan pendidikan dan komputer secara gratis pada setiap anak di Uruguay. Dia menganggap bahwa SDM lah investasi paling bernilai bagi sebuah negara. Berpegang pada prinsip tersebut, Jose berani melawan perusahaan rokok terkemuka Amerika yang menjual produknya di Uruguay, yakni Philip Moris. Kebijakan kongkrit perlawanannya adalah membuat aturan larangan merokok di tempat umum dan perusahaan rokok wajib memasang gambar penyakit akibat rokok dalam setiap iklan maupun kemasan rokok.
Ada teladan yang bisa kita ambil di sini untuk kita. Dari Jose kita belajar bahwa karir memang bukan untuk memperkaya diri tapi untuk membangun masyarakat agar lebih seimbang. Dengan paradigma seperti itu, Jose terapkan dalam perjalanan karirnya sebagai presiden akhirnya membawa maslahat bagi Uruguay. Tercatat selama kepemimpinan Jose, angka kemiskinan di Uruguay turun dari 37% jadi 11%. Kita mungkin sudah bosan mendengar beberapa kepala daerah di negara kita yang melakukan korupsi akhirnya rakyatnya ditelantarkan. Mereka melakukan korupsi karena mereka menjadi kepala daerah itu karena motif materi. Kita juga belajar dari Jose yang memberikan semua potensinya untuk membangun masyarakat. Dia sudah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran namun masih juga mengorbankan gajinya untuk masyarakat. Gaji yang diterimanya itu adalah hak dia, namun dia lebih memilih untuk menggunakannya untuk kepentingan masyarakat.
Sikap Jose seperti ini juga menunjukan dia yang tahan dengan godaan materi. Walaupun potensi mendapatkan materi sangat banyak tapi dia tidak terjebak dalam perangkap itu. Selama 5 tahun menjabat konsisten segala upayanya dia kerahkan untuk membangun masyarakat Uruguay, bukan untuk memperkaya diri. Hasilnya terasa bagi rakyat Uruguay, kemiskinan berkurang di sana. Saat masa kepemimpinannya usai banyak yang begitu menginginkannya lagi menjadi presiden. Sayang itu tidak bisa karena UUD Uruguay mempunyai aturan presiden hanya berhak menjabat 1x masa jabatan saja. Begitu dicintainya Jose karena kontribusinya bagi masyarakat. Kita sebagai pembangun masyarakat yang berlandaskan pada tauhid jangan sampai kalah semangat dibanding Jose. Kita mengemban misi mulia, jalan hidupnya para rasul sehingga sudah selayaknya karir kita sepenuhnya diarahkan untuk membangun masyarakat.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...