Islam dan kehidupan : Cerita di daerah pelosok
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan banyak nikmat bagi kita sehingga hari ini kita dapat beraktivitas semua potensi yang Allah SWT. Dan marilah kita bershalawat serta salam kepada Nabi kita yang berjuang tiada henti bersama para pengikutnya dan semoga kita menjadi pengikutnya hingga akhir jaman.
Pada kesempatan kali, saya akan menceritakan hasil wawancara saya kepada narasumber didaerah pelosok tepatnya di Kabupaten Bandung Barat Padalarang. Di desa Cimerang saya bekerja disana kebetulan saya punya teman yang lumayan religius, sebut saja namanya M.Tio Tanaka. Dia tinggal di belakang pabrik tempat saya dan dia bekerja, umurnya 21 tahun sudah malang melintang di dunia kerja dari 2015 hingga saat ini, banyak pengalaman kerja yang dia ceritakan seperti bekerja di tekstil, toko besi hingga perusahaan makanan.
Saat saya bertanya tentang islam kepada dia, dia sebenarnya sangat senang mengaji dan keadaan orang tuanya seorang guru agama akhirnya membawa dia untuk gemar mengaji sewaktu kecil, namun beranjak dewasa banyak teman-teman sebayanya yang tidak lagi mengaji hanya menyisakan 1 orang saja yang masih mengaji, belum lagi dia harus bekerja akhirnya dia sudah lama tidak mengaji.
Dia bilang, dahulu saat masih belum bekerja setiap tahun khatam Al-Quran namun sekarang sangat sulit karena kesibukan bekerja. Belum lagi lingkungan didaerah nya sangat sulit menemukan pengkondisian islami sehingga untuk terus meningkatkan kualitas keimanannya sangat sulit.
Padahal menurut dia, islam adalah ajaran yang mengajarkan kesuksesan, bukan hanya sukses dunia tapi juga sukses akhirat. Dia merasa jika bekerja pulang bekerja pulang hidup tuh merasa tidak bermakna akhirnya dia berpikir bahwa hidup harus punya rencana, itu yang dia pikirkan supaya hidupnya lebih bermakna.
Dari wawancara tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa islam di daerah sangatlah kurang, bahkan Tio bilang anak SD saja disini sudah malas untuk mengaji, apalagi yang sudah beranjak remaja yang mereka pikirkan cuman main-main seperti beli Gawai mahal hanya digunakan untuk bermain games, akhirnya jadi sia-sia kenapa tidak digunakan untuk yang lebih bermanfaat seperti digunakan untuk bisnis?
Islam dan kehidupan itu saling berhubungan, jika salah satunya hilang maka sulit untuk menjalaninya.
#nonfiksi
#ODOPbatch6
#wawancara


Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung diblog saya..
Saran dan kritik yang membangun dikolom komentar sangat bermanfaat bagi proses belajar saya...
Berdiskusi bisa dikolom komentar...