Substansi pendidikan, mencetak generasi berkualitas


  Maha besar Allah, yang memiliki ilmu seluruh alam semesta, segala sesuatu dialam semesta ini tak lain adalah ilmu Allah yang sangat luas. Apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi dibawah kuasanya, maka ilmu Allah bagaikan lautan tinta sedangkan ilmu yang kita dapatkan hanya setetes tinta saja bersyukur kita diberikan ilmu oleh Allah SWT dan perangkat untuk memahaminya yaitu akal.

  Berkaitan dengan ilmu, pasti tidak bisa dipisahkan dengan pendidikan. Pendidikan memang sangat penting bagi manusia, tanpa didik dengan benar kita tidak akan menjalani hidup dengan baik dan benar karena tidak memiliki ilmu. Penulis berpendapat bahwa pendidikan memiliki substansi penting terutama bagi individu dan mempengaruhi kelompok masyarakat, pendidikan hadir untuk membangun karakter dan moralitas siswa dan siswi, mahasiswa dan mahasiswi agar mampu menjadi manusia yang berkualitas baik ilmu, moralitas dan spiritualitas sehingga tidak cukup hanya teori namun perlu adanya sebuah dampak yang muncul dari sebuah sistem pendidikan.

  Namun sayangnya, penulis melihat dan mengamati bahkan mengalami bagaimana memang pendidikan di Indonesia ini. Beberapa hal yang penulis rangkum sebagai hal yang menurut penulis harus diperbaiki karena dampaknya mempengaruhi kualitas manusia di Indonesia ini terutama generasi penerus bangsa.

1. Murid tidak dibiasakan memikirkan minat dan bakat terlebih dahulu sebelum mereka masuk ke lembaga sekolah, hal ini penulis alami dan banyak penulis temukan dimana mereka yang sebenarnya memiliki minat dan bakat pada suatu bidang namun tidak digali dan tidak mau tau atau tuntutan keluarga akan primordial masyarakat sehingga sang anak diharuskan masuk ke lembaga pendidikan tersebut padahal minat dan bakatnya bukan disitu, akibatnya setelah lulus mereka akan kebingungan akan dibawa kemana karir mereka kelak.

2. Sistem Hafalan,  ini yang paling sering penulis temukan bahkan mengerak didalam pendidikan Indonesia. Murid dituntut untuk terus menghafal bahkan saat ujian tiba soal dan jawaban banyak yang sesuai dengan buku, akhirnya murid bukan diajak berpikir namun menghafal. Dampaknya murid jadi tidak biasa berfikir bahkan malas untuk berfikir, gampang berbuat curang saat ulangan sampai tidak kritis pada pelajaran giliran dibuka sesi pertanyaan tidak ada yang mencungkan tangan. Ini jika terus berlanjut akan menjadi moral dan akhirnya generasi muda Indonesia tidak akan berkembang karena yang mereka hafal akan hilang sekejap dibandingkan menerapkan kedalam otaknya dan di implemtasikan pada kehidupan sehari-hari. Kita perlu mencontoh sekolah-sekolah luar negeri yang memiliki pendidikan berkualitas dan mencontoh sistemnya.

3. Guru yang kurang berkualitas, banyak alasan dibalik ini salah satunya upah yang kurang akhirnya para guru menjadi kurang bersemangat dalam mengajar. Seharusnya guru diberikan upah yang layak dan dibentuk kesadarannya akan mendidik para murid karena prospektus yang mereka berikan akan berdampak pada masa depan bangsa sehingga mereka para guru akan memberikan yang terbaik bagi muridnya agar kelak dapat sukses dan menjadi manusia berkualitas.

  Ini pendapat saya terhadap pendidikan di Indonesia, dan yang paling utama pendidikan agama perlu terus ditanamkan terhadap generasi muda, karena agama sangat penting bagi kehidupan supaya mereka memiliki arah tujuan hidup dan moralitas terjaga sehingga generasi muda akan menjadi harapan bangsa dan agama untuk kemajuan masyarakat yang seimbang.

#nonfiksi
#ODOPbatch6
#opinipendidikan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya hidup sederhana

Islam dan kehidupan : islam menciptakan kebersamaan

Sistem sempurna kehamilan, penambahan keimanan